Ada-Tiada, Tiada-Ada: 88 Narasi Cinta & Kearifan

Ada-Tiada, Tiada-Ada: 88 Narasi Cinta & Kearifan

Author: Budi S. Tanuwibowo

Category: Self-Improvement

Buku ini padat, berisi nilai-nilai yang memberikan pencerahan dalam upaya pembangunan karakter kehidupan bersama: Cinta dan Kearifan. Yang lebih menarik, buku ini tidak hanya menggambarkan apa yang diketahui penulisnya tetapi juga menggambarkan karakter, sikap, dan perilaku penulisnya sendiri. Ini berbeda dengan kebanyakan tulisan atau pidato yang cenderung bertutur tentang pengetahuan yang tidak penting apakah dilaksanakan atau tidak. Di zaman ketika kata dan aksi menjadi dunia yang tidak berhubungan, kita memang memerlukan buku tentang cinta dan kearifan yang lahir dari seseorang yang dapat dijadikan contoh panutan seperti penulis buku ini.
—Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., mantan Ketua MK RI dan mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI

Puisi-puisi dalam antologi ini sangat unik, inkonvensional, dan punya genre tersendiri. Pilihan katanya mudah, diksinya indah, rangkaian katanya renyah, dan isinya satiris, namun langsung menikam telak jantung kesadaran kita. Pak Budi bukan hanya seorang eksekutif (bisnis) dan aktivis sosial keagamaan (pimpinan teras MATAKIN) semata, melainkan juga penyair yang piawai!
—Hajriyanto Y. Thohari, Wakil Ketua MPR RI

Puisi mampu menjadikan kompleksitas kehidupan menjadi simpel dan mudah dipahami dengan bahasa metaforis yang sarat makna dan membangkitkan emosi. Cakupan makna, pesan, dan potret simbolik kehidupan dalam kumpulan puisi ini terasa kental sehingga setiap kali membacanya, saya merasa menjadi bagian dari dunia yang ia sodorkan.
—Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, M.A., Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

Saya mengenal Pak Budi sebagai tokoh agama yang memusatkan perhatian pada perkhidmatan kepada manusia. Kali ini ia muncul sebagai penyair yang melakukan kritik sosial dengan puisi-puisinya. Selamat berkarya, Pak. Selamat atas puisi pencerahannya!
—Dr. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc., Ketua Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia

Puisi Pak Budi menggetarkan jiwa dan membangunkan hati yang tertidur. Dibaca anak muda maupun orang tua terasa sama enaknya. Bagai orang kecanduan rokok, demikianlah saya ketika membaca kumpulan puisi ini, selalu ingin membaca lagi dan lagi. Teruslah berkarya untuk Bangsa dan Negara tercinta.
—H. Ikmal Jaya, S.E. Ak., Walikota Tegal

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-7470-7
Price :
Rp 45,000
Total Pages :
0 pages
Size :
13.5 x 20
Published :
19 August 2011
Format :
Softcover
Category :
Self-Improvement
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Budi S. Tanuwibowo

Budi S. Tanuwibowo, laki-laki ke-lahiran Tegal, 31 Maret 1960 ini menamatkan SD, SMP dan SMA di kota kelahirannya. Kemudian ia melanjutkan kuliah S-1 Jurusan Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, dan S-2 Jurusan Manajemen Internasional, Magister Manajemen, Universitas Indonesia.






Budi aktif menulis, di antaranya terlibat sebagai Pe-mimpin Usaha/Proyek Ensiklopedi Nasional Indonesia (18 jilid) dan Pemimpin Redaksi Ensiklopedi Anak Nasional (10 judul), serta menulis tiga buku berjudul, Bertambah Bijak Setiap Hari: 8x3 = 23!, Bertambah Bijak Setiap Hari: 5 Matahari dan kumpulan puisi berjudul, Ada-Tiada, Tiada-Ada: 88 Narasi Cinta dan Kearifan.






Selain menulis, Budi banyak terlibat sebagai pembicara dalam berbagai kesempatan dan menjadi pengurus berbagai organisasi, di antaranya sebagai: Presidium dan Sekretaris Dewan Rohaniwan MATAKIN (2010-2014), Ketua Umum MATAKIN (2002-2010), Ketua Yayasan Amal-Kebajikan MATAKIN (2010-2014), Ketua Kelenteng KONG MIAO Taman Mini Indonesia Indah (2010-2014), Sekretaris Jenderal Perhimpunan Indonesia Tionghoa (2005-2013), Pembina KADIN Indonesia Komite Tiongkok, Sekretaris Jenderal PERSOBARIN, Pendiri dan Presidium PER-MATA, Pendiri dan Pembina Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Pendiri dan Anggota “MA-DIA”, Pembina Yayasan Prana Indonesia, serta berbagai organisasi lainnya.






Putra tunggal dari pasangan Panjang Tanuwibowo dan Mulianingsih ini menikah dengan Sherly Lesmana dan dikaruniai seorang putri bernama Hayuningtyas Cipta Tanuwibowo.