Ya Tuhan, Mengapa Kau Ambil Dia dariku?

Ya Tuhan, Mengapa Kau Ambil Dia dariku?

Author: Andrew Abdi Setiawan

Category: Self-Improvement

Setiap orang memiliki jam kehidupannya masing-masing. Satu ketika jam itu akan berhenti berputar dan ia akan meninggal dunia. Itulah sebuah kehidupan, yang sekaligus sebuah misteri. Semua orang tahu itu. Namun, bagaimana bila jam kehidupan orang yang kita kasihi berhenti berputar? Perasaan tidak percaya, marah, kecewa, sedih bisa saja kita alami. Itulah suatu perasaan duka. Bagaimana kita harus berhadapan dengannya secara tepat? Bagaimana kita harus mengatasi perasaan duka? Ternyata, tak jarang orang gagal mengatasi kedukaannya. Akibatnya, ia terus dibayang-bayangi kesedihan, merasa tak berdaya, emosi cenderung labil, dan kurang berfungsi secara optimal dalam kehidupan. Tentu kita tidak ingin menjadi pribadi seperti itu. Itulah sebabnya, buku ini hadir untuk menjadi sahabat perjalanan yang menuntun kita secara lembut menuju tahap kehidupan yang lebih baik, lebih normal, dan lebih sehat. Apakah kita ingin mencapai hal tersebut?


\"Kelahiran dan kematian selalu ada. Dan tidak semua kita siap menghadapi kematian atau peristiwa ditinggalkan oleh orang-orang yang kita cintai. Ada banyak petunjuk di buku ini yang bisa menguatkan dan membuat kita siap menghadapi kedukaan... bahkan kematian kita sendiri.\"
---Meigel Bentura, Drs. Ec., Manajer PT Prima Elektrik Power, grup Jawa Pos



No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-5072-5
Price :
Rp 25,000
Total Pages :
0 pages
Size :
11 x 18
Published :
27 October 2009
Format :
Softcover
Category :
Self-Improvement
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Andrew Abdi Setiawan

Andrew Abdi Setiawan adalah rohaniwan di Gereja Kristen Kalam Kudus Surakarta. Ia meraih gelar S.Th. di Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang, dan M.Min. (Master of Ministry) di Trinity Theological College, Singapura. Sejak Tuhan membisikkan panggilannya untuk menjadi rohaniwan, ia mulai mengembangkan dirinya lewat dunia \\\\\\\"WTC\\\\\\\" (Writing, Training, Counseling). Adapun tulisan-tulisan yang sudah diterbitkan, yaitu Lebat tapi Tak Berbuah (Kanisius), Keluarga dan Pelayanan (Literatur SAAT; rekan penulis bersama Paul Gunadi), Memahami Kleptomania (Literatur SAAT; rekan penulis bersama Paul Gunadi), dan Tatkala Anak Terlibat Narkoba (Literatur SAAT; rekan penulis bersama Paul Gunadi). Untuk komunikasi lebih lanjut dengannya, silakan mengirimkan surat elektronik (e-mail) ke becomingwtc@gmail.com atau ke Facebook.