Mengulas Tuntas Ruby dan Shappire Beserta Synthetic dan Tiruannya

Mengulas Tuntas Ruby dan Shappire Beserta Synthetic dan Tiruannya

Author: Mahardi Paramita

Category: Craft

Buku ini adalah seri ke-3 dari buku Kemilau Permata dan Pedoman Lengkap Cara Menilai Berlian karya Mahardi Paramita, seorang ahli batu permata yang saat ini masih sangat sedikit jumlahnya di Indonesia. Berbeda dengan kedua buku terdahulu yang terbit dan diluncurkan oleh Mahardi, di saat buku ketiga ini sedang dalam proses, Mahardi Paramita telah menghadap Sang Khalik.

Buku ini mengupas detail dua permata favorit para penggemar batu-batuan, yaitu Ruby dan Sapphire. Jangan salah sangka, kadang harga Ruby jauh lebih tinggi dari Diamond/Berlian, karena hasil tambangnya yang jauh lebih sedikit daripada Berlian. Lagipula banyak pria metroseksual lebih menyukai Ruby dibanding Berlian.

Bagaimana mendeteksi Ruby yang asli dari yang sintetik atau imitasi? Seberapa pentingnya sebuah sertifikat di kala Anda membeli batu permata? Dapatkah sertifikat dipalsukan? Semua pertanyaan tersebut terjawab dalam buku ini.

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-5757-1
Price :
Rp 75,000
Total Pages :
0 pages
Size :
20 x 20
Published :
06 July 2010
Format :
Softcover
Category :
Craft
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Mahardi Paramita

MAHARDI PARAMITA lahir di Tangerang 1944. Mulai mengenal batu permata sejak usia 10 tahun dari ibu yang memperkenalkannya sebagai suatu batu yang indah mempesona. Mahardi kecil sering diajak menemani ibunya melihat-lihat tempat orang berdagang permata di rumah kawan ibunya. Minat tersebut terus tumbuh hingga beliau beranjak dewasa. Selesai kuliah di University of Hawaii tahun 1969, ia kembali ke Jakarta dan menekuni batu permata. Merasa ilmu pengetahuan tentang batu permatanya (Gemology) sangat minim, ia mengambil jurusan Gemology di Gemological Institute of America (G.L.A) Santa Monica pada tahun 1981. Kembali ke Jakarta, Mahardi mendirikan Adamas Gemological Laboratory (A.G.L) pada tahun 1983 dan Institute Gemology Paramita (I.G.P) tahun 1989. Tujuannya adalah agar kedua tempat tersebut menjadi pusat informasi bagi para pecinta batu permata, pemilik toko permata, pembuat perhiasan, designer perhiasan dapat lebih memahami tentang produk yang dibeli atau dijual. Beliau kerap menjadi pembicara tamu maupun nara sumberdan konsultan tentang batu permata untuk televisi, majalah- majalah, bank, ataupun seminar investasi. Atas dorongan berbagai pihak, beliau pun tergerak untuk menulis mengenai buku permata dalam bahasa lndonesia untuk masyarakat lndonesia sebagai bukti dari kecintaan dan dedikasi beliau di bidang jasa dan Pendidikan Batu Permata di lndonesia.