Menggapai Matahari

Menggapai Matahari

Author: Adnan Katino

Category: Humor

Sesungguhnya di tangan generasi mudalah urusan suatu umat dan di derap langkah merekalah kehidupannya...

Sepenggal kalimat di atas merupakan nasihat Arab yang sudah tak asing lagi di kalangan santri. Kaum muda memang memiliki peranan penting dalam meraih kesuksesan. Hal itulah yang disadari Adnan Kasimun, seorang putra Jawa kelahiran Sumatra. Ia percaya kesuksesan bukanlah ladang asing yang tak terjangkau. Terlahir di keluarga yang miskin ilmu dan harta tidak lantas menjadikan Adnan berpangku tangan menerima takdir kemiskinan. Ia sepenuhnya yakin nasib seseorang tidak akan berubah jika bukan dia sendiri yang mengusahakannya.

Berbekal tekad dan harapan meraih cita-cita menjadi sarjana pertama dalam keluarganya, Adnan pun hijrah meninggalkan kampung halaman. Dari pedalaman Sumatra Utara ia berkelana ke berbagai tempat, dari Kisaran ke Tapanuli, bahkan hingga ke Pare. Menuntut ilmu dari satu pondok pesantren ke pondok pesantren lainnya, berkutat dengan pekerjaan kuli demi memenuhi kebutuhan hidup. Menelan duka, menyeka air mata, dan memendam rindu semata-mata demi mengangkat harkat keluarga. Tak dinyana, kenyataan tak seindah harapan. Mampukah Adnan bertahan di tengah gerus kehidupan yang keras ini?

Menggapai Matahari bercerita tentang \"anak rimba\" yang dimabuk semangat menggebu-gebu untuk menuntut ilmu agama, tanpa peduli kalau dia digelung kemiskinan. Dia keluar dari tengah rimba untuk nyantri di pesantren sederhana di Sumatra dan akhirnya berlabuh di Jawa. Sebuah hikayat perjalanan yang alami, sederhana, nakal, sarat perjuangan tapi berakhir dengan \"anak rimba\" menjadi pemenang.
---A. Fuadi, penulis novel Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-6262-9
Price :
Rp 50,000
Total Pages :
0 pages
Size :
13.5 x 20
Published :
05 October 2010
Format :
Softcover
Category :
Humor
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Adnan Katino

Adnan Katino merupakan nama pena dari Kasimun, S.Ag yang lahir awal tahun 1975 di pedalaman Sumatra Utara dari keluarga pasangan perambah hutan, Umi Kalsum dan Kamirun. Pendidikan dasar anak kelima dari 10 bersaudara ini diawali dari SD Inpres Kampung Masjid Kualuh Hilir sampai kelas VI. Kebiasaan orangtua yang selalu berpindah lahan garapan membuatnya harus berpindah ke SD Inpres Sentang Asahan sampai lulus. Masa Tsanawiyah (SMP)-nya dihabiskan di Pesantren Darul Hikmah Sei Alim Hasak. Di sekolah ini Adnan tidak saja tercatat sebagai murid angkatan pertama, tetapi juga sebagai calon siswa yang pertama kali mendaftar di sekolah tersebut. Dari 12 murid baru yang terdaftar, Adnan termasuk di antara tujuh murid yang mampu bertahan sampai lulus.

Dari Madrasah Tsanawiyah, Adnan meneruskan jenjang Aliyah (SMA)-nya ke pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Tapanuli Selatan. Di pesantren ini Adnan hanya bertahan dua tahun, lalu pindah ke pesantren Darul Falah Balongsari Pare, Kediri, Jawa Timur sekaligus menyelesaikan Aliyah ke Madrasah Aliyah Al-Fatah, Badas, Kediri.
Tahun 1994, selepas lulus Aliyah, Adnan meneruskan pendidikannya ke IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Fakultas Dakwah. Tidak banyak pengalaman organisasi yang dijalaninya semasa kuliah, sebab di luar jam kuliah, kesehariannya lebih banyak dihabiskan untuk mencari nafkah dan berguru pada kehidupan jalanan Malioboro dan komunitas pedagang alun-alun Yogyakarta.

Buku yang ada di tangan pembaca ini merupakan rekam jejaknya dalam menyelesaikan jenjang pendidikan formal sampai sarjana. Terjun ke dunia kepenulisan awalnya terpaksa karena ratusan lamaran lainnya tak satu pun yang mendapat tanggapan, namun kini dunia tulis-menulis justru menjadi profesinya. Hingga saat ini, lebih dari 15 judul buku telah dihasilkan, sebagian besar terjemahan dari bahasa Arab. Didampingi istri tercinta, Nita Anggraeni, SE dan kedua putra-putrinya, Firly Bassam Taqiy dan Nayra Fajri Nusantari, Adnan Katino sekarang banyak menghabiskan waktunya sebagai pemimpin penerbitan Hikam Pustaka, Kibar Production (Book Event Organizer), Hikmah Media (Distributor Pustaka Islam), dan tengah merintis Rumah Qur`an (Jaringan Toko Khusus Alquran Pertama di Indonesia).