Kicau Kacau

Kicau Kacau

Author: Indra Herlambang

Category: Self-Improvement

Mari berandai-andai...
Jika Indra Herlambang adalah seekor burung, termasuk jenis burung apakah dia?

Djenar Maesa Ayu: Burung Cucakrowo. Kalau udah berkicau nggak bisa berhenti. Untung suaranya bagus. Indra seperti itu. Cerewet. Tapi yang diomongin tetap ada isinya. Jadi selalu enak untuk didengar.

Ersamayori: Indra itu burung Kakaktua. Soalnya keren dan merupakan salah satu burung yang paling pandai bicara. Plus, dia sudah saya anggap sebagai kakak. Dan kebetulan sudah tua. Jadi pas, kan?

Joko Anwar: Burung Merak. Soalnya dia gagah sekaligus cantik.

Raditya Dika: Menurut gue, kalo Indra Herlambang itu burung, maka dia adalah Road Runner! Entah itu burung jenis apa, tapi yang jelas kaya tulisannya Indra: Lincah, cerdas, dan kencang. Beep! Beep!


Tentu saja. Indra bukan burung.
Satu-satunya kemiripan dia dengan burung adalah kegemarannya untuk berkicau.
Di mana saja. Kapan saja.
Baik di radio, televisi, panggung, twitter, majalah, bahkan terkadang di saat dia tidur.
Buku ini mencoba mengumpulkan kicauannya.
Soal gaya hidup, cinta, Jakarta, Indonesia, dan keluarga.
Banyak yang serius, lebih banyak lagi yang kocak.
Yang pasti selalu kacau. Karena dia selalu galau.

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-6724-2
Price :
Rp 65,000
Total Pages :
0 pages
Size :
13.5 x 20
Published :
01 March 2011
Format :
Softcover
Category :
Self-Improvement
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Indra Herlambang

Indra Herlambang galau dari lahir. Keingintahuan membawanya untuk mencoba banyak hal. Ketika kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual di FSRD ITB, dia nyambi sebagai penyiar radio. Setelah lulus dengan predikat cum laude dia kemudian menjajal beberapa pekerjaan kantoran seperti bagian promosi di sebuah label rekaman dan art director di satu biro iklan.

Ternyata akhirnya dia lebih betah berkecimpung di dunia hiburan. Setelah mengawali karier sebagai presenter sebuah acara infotainment tujuh tahun yang lalu, Indra mulai mencicipi bidang-bidang lain seperti MC, akting (baik di panggung teater, film, sampai sinetron), hingga tari-menari. Namun satu hal yang pasti, apapun pekerjaannya, dia selalu menulis.

Selain kolom tetapnya di majalah Free Magazine, U Magazine dan ME, esai lepasnya tentang gaya hidup juga kerap muncul di media lain seperti Cosmopolitan, Elle, Her World, dan lain-lain.

Beberapa cerita pendeknya juga sempat diterbitkan, di antaranya Merindu Randu (dimuat dalam antologi Rahasia Bulan) dan Tular (dimuat dalam antologi Q-Stories). Sementara karya skenario pertamanya yang ditulis bersama Djenar Maesa Ayu memperoleh piala Citra untuk Skenario Cerita Adaptasi Terbaik di FFI 2009.

Ikuti kicauannya di twitter@indraherlambang, dan hubungi dia di indraardan@yahoo.com. Sekarang dia bermukim di Jakarta. Bersama Ibu, Bapak, dan seekor kucing bandel yang diberi nama Batik Supeno.

Foto oleh: Otto Satria Djauhari

Books by Indra Herlambang