Mengarang Itu Gampang

Mengarang Itu Gampang

Author: Arswendo Atmowiloto

Category: Amore

Mengarang Itu Gampang adalah buku tentang mengarang yang paling sering dicetak ulang (lebih dari cetakan ke-10), paling banyak dikomentari, atau disebut dalam pembicaraan.

Kini diterbitkan dengan lebih lengkap, lebih komplet:
* Ditambah dengan proses kreatif penulisan sinopsis untuk skenario yang laku dan memperoleh penonton terbanyak, atau juga yang belum dimaui produser, baik yang berawal dari ide penulis, dari obrolan, dari buku yang dihasilkan, atau dari karya orang lain.
* Lebih lengkap daripada sebelumnya, lebih lengkap daripada buku sejenis yang pernah ada.

Arswendo Atmowiloto melengkapi buku ini dengan pengalaman sebagai dosen di perguruan tinggi ilmu komunikasi, juga pengalaman melatih bersama para guru, dan kadang bersama sejumlah anak-anak. Sampai sekarang masih terus aktif menulis apa yang diteorikan.

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-7511-7
Price :
Rp 45,000
Total Pages :
0 pages
Size :
13.5 x 20
Published :
22 September 2011
Format :
Softcover
Category :
Amore
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Arswendo Atmowiloto

ARSWENDO ATMOWILOTO lahir di Solo, 26 November 1948. Ia mulai menulis dalam bahasa Jawa. Sampai kini karyanya yang telah diterbitkan sudah puluhan judul. Ia sudah belasan kali pula memenangi sayembara penulisan, memenangkan sedikitnya dua kali Hadiah Buku Nasional, dan mendapatkan beberapa penghargaan baik tingkat nasional maupun tingkat ASEAN. Tahun 1979 ia mengikuti program penulisan kreatif di University of Iowa, Iowa City, USA. Dalam karier jurnalistik, ia sempat memimpin tabloid Monitor, sebelum terpaksa menghuni penjara (1990) selama lima tahun.
Pengalamannya dalam penjara telah melahirkan sejumlah noveltermasuk Projo dan Brojo ini, buku-buku rohani, puluhan artikel, dan catatan lucu-haru, Menghitung Hari. Judul tersebut telah disinetronkan dan memperoleh penghargaan utama dalam Festival Sinetron Indonesia, 1995. Tahun berikutnya, sinetron lain yang ditulisnya, Vonis Kepagian, juga memperoleh penghargaan serupa.
Dunia pertelevisian memang sudah menarik perhatiannya sejak ia memimpin tabloid Monitor. Karya-karyanya yang pernah terkenal seperti Kiki, Imung, Keluarga Cemara, Saat-Saat Kau Berbaring di Dadaku, dan Canting diangkat sebagai drama serial di televisi. Ia juga menulis buku Telaah tentang Televisi serta Mengarang Itu Gampang dan Mengarang Novel Itu Gampang yang belasan kali cetak ulang.
Ia kini masih tetap menulis skenario dan novel, sering tampil dalam seminar dan diundang ceramah, serta memproduksi sinetron dan film, termasuk film Anak-Anak Borobudur (2007). Selain buku, televisi, dan film, ia mengaku menyukai komik dan humor, dan sangat tertarik untuk terlibat dalam dunia anak-anak.
Ia tinggal di Jakarta dengan istri yang itu-itu juga, tiga anak yang
sudah dewasa dan berkeluarga, lima cucu, ratusan lukisan \\\\\\\"kapas berwarna\\\\\\\" yang dibuatnya waktu di penjara, seperti juga sandal tato.
\\\\\\\"Ada yang mengatakan saya ini gila menulis. Ini mendekati benar, karena
kalau tidak menulis saya pastilah gila, dan karena gila makanya saya
menulis.\\\\\\\"