Potret Warna Sepia

Potret Warna Sepia

Author: Isabel Allende

Category: Latin American Literature

Di Cili abad kesembilan belas, Aurora del Valle mengalami trauma berat yang menghapuskan seluruh ingatan tentang lima tahun pertama hidupnya. Aurora, yang dibesarkan oleh neneknya yang ambisius dan kaya raya, Paulina del Valle, tumbuh di lingkungan yang serba berkecukupan, namun dia tersiksa oleh mimpi-mimpi buruk. Ketika laki-laki yang dicintainya berkhianat, Aurora pun dipaksa untuk menggali kembali misteri masa lalunya.

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-8016-6
Price :
Rp 58,000
Total Pages :
0 pages
Size :
13.5 x 20
Published :
23 February 2012
Format :
Soft Cover
Category :
Latin American Literature
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Isabel Allende

Isabel Allende adalah penulis berkebangsaan Chili, ia mendapatkan banyak pujian dari seluruh dunia ketika novel pertamanya, The House of the Spirits, diterbitkan pada tahun 1982. Novel ini juga yang mengukuhkan posisi Allende sebagai salah satu kekuatan feminis dalam dunia sastra Amerika Latin, yang didominasi laki-laki.






Isabel Allende telah menerbitkan hampir 20 karya, termasuk novel, buku nonfiksi, koleksi resep, esai, dan memoar. Buku-bukunya ditulis dalam bahasa Spanyol dan sudah diterjemahkan ke dalam lebih dari 30 bahasa dengan total penjualan lebih dari 57 juta kopi. Karya-karyanya selain menghibur, juga mendidik pembaca karena ia merangkai cerita yang menarik dengan latar belakang peristiwa sejarah yang signifikan. Atas prestasinya ini, Isabel Allende telah banyak dianugerahi penghargaan internasional, antara lain; Chilean National Prize for Literature (2010) & Hans Christian Andersen Literature Award (2012).






Dikarenakan pergolakan politik, Isabel Allende meninggalkan Chili pada tahun 1975. Sempat tinggal di Venezuela selama 13 tahun dan sejak tahun 1987 ia menetap di San Rafael, California. Resmi menjadi warga negara AS pada tahun 1993.






Selain pekerjaannya sebagai penulis, Isabel Allende juga mencurahkan banyak waktunya untuk masalah hak asasi manusia. Setelah kematian putrinya pada tahun 1992, ia mendirikan sebuah yayasan amal yang didedikasikan untuk perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak di seluruh dunia.