Serpihan Cinta Bipolar

Serpihan Cinta Bipolar

Author: Mira W.

Category: Amore

Ketika suaminya pergi meninggalkan dirinya, Novi terjerembap dalam kekecewaan. Tidak menyangka cinta mereka yang tanpa batas begitu cepat berlalu.

Ketika dia mengetahui suaminya terjerat seorang gadis yang sama sekali tidak menarik, Novi terempas dalam kebingungan dan keputusasaan.

Apa yang salah dalam perkawinan Novi? Sampai sejauh mana bipolar memorakporandakan perkawinannya?

Kisah seorang istri yang ditinggalkan suami yang mengidap bipolar. Cinta dan kesetiaannya diuji tatkala prahara mengguncang perkawinannya.

“Aku mencintaimu dengan cinta tanpa batas. Cinta yang Mas ajarkan ketika bahkan cinta belum pernah menyapa hidupku.”

Kisah seorang ibu yang tidak pernah menyerah, berjuang untuk menyembuhkan anaknya yang menderita bipolar.

“Yang terpenting adalah kasih sayang. Karena kasih sayang menyembuhkan. Kasih sayang memaafkan, sebanyak apa pun air mata yang ditumpahkan.”

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-8254-2
Price :
Rp 45,000
Total Pages :
0 pages
Size :
11 x 18
Published :
12 April 2012
Format :
Softcover
Category :
Amore
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Mira W.

Mira W lahir dan dibesarkan di Jakarta, menempuh dan menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta. Sekarang bertugas di Universitas Prof. Dr. Moestopo sebagai staf pengajar merangkap dokter di Klinik Karyawan dan Mahasiswa. Mulai menulis cerpen di majalah-majalah ibukota seperti Femina, Kartini, Dewi, dan lain-lain sejak tahun 1975, dengan nama M. Wijaya. Cerpennya yang pertama berjudul Benteng Kasih, dimuat dalam majalah Femina tahun 1975. Menulis novel sejak tahun 1977, mula-mula dimuat sebagai cerber di majalah Dewi dengan judul Dokter Nona Friska, kemudian dibukukan dengan judul Kemilau Kemuning Senja dan pernah difilmkan dengan judul yang sama. Novelnya yang kedua berjudul Sepolos Cinta Dini, pernah dimuat sebagai cerber di harian Kompas tahun 1978, kemudian dibukukan oleh Gramedia. Istimewanya, hampir semua novelnya sudah difilmkan dan disinetronkan.