Jawara Kos dan Rumah Kontrakan Tanpa Modal dalam 30 Hari

Jawara Kos dan Rumah Kontrakan Tanpa Modal dalam 30 Hari

Author: Ridwan Raharjo

Category: Self-Improvement

Tanpa harus ikut seminar
Tanpa harus ikut pendampingan
Langsung bisa dipraktikkan tanpa tapi-tapian

Bisnis properti adalah bisnis yang sangat menggiurkan, namun tak banyak orang yang berkecimpung di dalamnya karena menganggap bisnis ini membutuhkan modal yang sangat besar, permasalahannya kompleks, perputaran uangnya lambat, dan mesti sabar. Tak bisa disangkal bahwa penghalang utama bisnis properti adalah modal, namun dalam buku ini Ridwan Raharjo membeberkan habis-habisan berbagai jurus yang memudahkan Anda dalam menggeluti bisnis properti, terutama bisnis kos dan rumah kontrakan, dengan MODAL YANG MINIM. Bahkan ia menunjukkan bahwa modal utama menjadi pemenang dalam bisnis ini bukanlah uang, tetapi tekad, keuletan, dan kreativitas. Jadi, siapa pun bisa menjadi jawara kos dan rumah kontrakan dalam 30 hari. Anda cukup baca buku ini dan ikuti jurus-jurus ampuhnya!

100% royalti disumbangkan untuk Yayasan Anak-Anak Cacat Ganda

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-8547-5
Price :
Rp 48,000
Total Pages :
0 pages
Size :
13.5 x 20
Published :
28 June 2012
Format :
Softcover
Category :
Self-Improvement
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Ridwan Raharjo

Ridwan Raharjo, S.Si, CI, CHt, IFT, LMP-NLP adalah pengusaha muda yang menggeluti bisnis properti, hotel, kendaraan bermotor, restoran, dan multimedia. Ia pakar properti dan pembicara seminar di kota-kota besar di Indonesia tentang seluk-beluk berbisnis properti. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs web www.ridwanraharjo.com.



Di tengah persaingan toko handicraft dan batik, Ridwan Raharjo memulai sesuatu yang berbeda dan unik dibandingkan dengan beberapa toko lainnya. Ia menggunakan tukang becak dan guide turis mancanegara sebagai orang marketing lepas. Setiap kali mereka dapat membawa tamu ke toko penulis, mereka akan mendapatkan komisi sebesar berapa persen dari barang yang tamu beli. Tidak sampai enam bulan, toko penulis telah kembali modal.



Kemudian ia juga mencoba untuk memberikan pelajaran tambahan kepada anak-anak SMP dan SMA. Dari satu peserta didik menjadi dua, tiga, dan sampai penulis kewalahan menerima siswa karena cara belajar yang unik karena peserta didik tidak perlu membayar jika nilai-nilai murid terkait dengan pelajaran yang diampu penulis tidak meningkat.



Ia selalu mencari tantangan baru lagi, kali ini dengan membuka usaha rental multimedia yang kala itu merupakan usaha yang ketika diucapkan saja banyak yang menertawakannya karena usaha itu dianggap aneh yang tidak memiliki landasan pasar dan kecerahan usaha di masa depan. Tapi ternyata dalam tempo 10 tahun usaha itu telah berkembang menjadi usaha nasional dengan 3 cabang di kota besar di Indonesia. Prestasi yang ditorehkan dalam jangka waktu tersebut tercatat dalam MURI tahun 2007, sebagai rekor rangkaian LCD 144m di Indonesia



Dalam tahun 2009, tujuh perusahaan dan 1 lembaga pendidikan berhasil dimilikinya, mulai dari usaha resto, hotel, dan paviliun, agen properti, pendidikan nonformal dan formal, studio music bahkan cafe telah dikembangkan menjadi usaha yang sangat baik dan menopang kerajaan bisnis yang telah didirikannya.