Sang Godfather

Sang Godfather

Author: Mario Puzo

Category: Amore

Godfather adalah pemimpin Mafia bernama Don Vito Corleone, pria pemurah yang tak kenal ampun dalam meraih dan mempertahankan kekuasaan.

Godfather adalah pria yang "logis" dan adil. Ia memimpin kerajaan bawah tanah raksasa yang menguasai berbagai kegiatan bisnis ilegal, perjudian, taruhan pacuan kuda, dan serikat buruh.

Tiran, pemeras, pembunuh—ia memberikan persahabatan tanpa ada yang berani menolak, serta menentukan mana yang benar dan salah. Menurutnya, pembunuhan halal demi keadilan.

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-8634-2
Price :
Rp 85,000
Total Pages :
0 pages
Size :
15 x 23
Published :
12 July 2012
Format :
Softcover
Category :
Amore
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Mario Puzo

Mario Puzo lahir tanggal 15 Oktober 1920 di \\\\\\\"Hell`s Kitchen\\\\\\\" New York. Setelah bertugas di Jerman selama Perang Dunia II, ia kuliah di New School for Social Research di New York dan di Columbia University. Karena ingin berkembang setelah menulis untuk majalah-majalah pria, ia memutuskan menulis novel pertamanya The Dark Arena, yang terbit tahun 1955. Buku ini berdasarkan pengalamannya selama Perang Dunia II. Buku keduanya, The Fortunate Pilgrim, terbit tahun 1964 dan merupakan semacam autobiografi mengenai pengalaman imigran Italia. Kedua buku ini, walaupun dipuji para kritikus, bahkan Puzo sendiri menganggap buku keduanya sebagai karya terbaiknya, gagal di pasaran.

Karena marah, ia menulis novel ketiga yang masih tentang keluarga imigran: keluarga Corleone dari Sisilia. Ia memberinya judul The Godfather, terbit tahun 1969. Walaupun sang penulis tidak ada sangkut pautnya dengan Mafia (setidaknya begitulah yang dikatakannya), novel itu sangat sukses. Menurut Puzo, ia menulis The Godfather berdasarkan riset di perpustakaan saja. \\\\\\\"Mana saya punya waktu untuk terlibat Mafia?\\\\\\\" katanya pada wawancara dengan Associated Press tahun 1996. \\\\\\\"Saya miskin sebelum The Godfather sukses. Kalau ikut Mafia, saya pasti punya cukup uang sehingga tak perlu menulis.\\\\\\\"

Tiga tahun terakhir sebelum kematiannya, Puzo menulis Omerta. Ia meninggal di rumahnya di Long Island pada tanggal 2 Juli 1999, meninggalkan istrinya Carol Gino, lima anak, dan beberapa cucu.