Historical Romance: Di Balik Topeng Lord Stoneville

Historical Romance: Di Balik Topeng Lord Stoneville

Author: Sabrina Jeffries

Category: Amore

Hidup kelima kakak-beradik Sharpes selalu diikuti skandal. Sang nenek sudah tidak tahan lagi sehingga dia memberi ultimatum kepada mereka: menikah pada akhir tahun ini, atau tidak mendapat warisan sepeser pun.


Dua puluh tahun setelah kecelakan tragis yang merenggut nyawa orangtuanya, Oliver Sharpe menjalani hidup sebagai Marquess of Stoneville yang gemar minum dan berkencan dengan banyak perempuan, menjadikan dirinya sasaran empuk di kolom gosip. Namun, ultimatum sang nenek memaksanya untuk menghentikan kebiasaan-kebiasaan tersebut dan menikah.


Dengan kelicikan khas seorang Sharpe, Oliver membawa pulang tunangan palsu yang dia temui tanpa sengaja.


Maria Butterfi eld datang ke London untuk mencari tunangannya yang mendadak hilang tanpa kabar. Dengan janji untuk membantu Maria mencari tunangannya, Oliver membujuk Maria terlibat dalam rencana liciknya membohongi sang nenek.


Tetapi, tampaknya, tak hanya keluarga Sharpe dan sang nenek yang terpikat pesona Maria. Oliver pun mulai ingin memiliki Maria tak ingin lagi berpura-pura

No. GM :
0
ISBN :
978-602-03-1832-5
Price :
Rp 68,000
Total Pages :
0 pages
Size :
11 x 18
Published :
02 July 2015
Format :
Softcover
Category :
Amore
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Sabrina Jeffries

Sabrina Jeffries adalah penulis terlaris New York Times yang menulis lebih dari 50 novel dan karya fiksi pendek (beberapa ditulis dengan nama samaran Deborah Martin dan Deborah Nicholas). Jeffries juga adalah pembicara ternama, di tahun 2010 dia ditunjuk sebagai pembawa acara untuk National Romance Writers of America’s 30th Anniversary Awards Ceremony.

Di waktu luangnya Jeffries menghabiskan waktu untuk bepergian dengan suami dan putranya atau tenggelam dengan beberapa kegemarannya—teka-teki jigsaw, cokelat, dan musik.

Kini, dengan lebih dari 9 juta buku yang dicetak dalam lebih dari 20 bahasa, penulis dari North Carolina ini tidak pernah menyesal meninggalkan karir awal dirinya di bidang akademik (dia memiliki gelar Ph.D. dalam sastra Inggris) untuk kegemerannya dalam menulis fiksi, dan berharap suatu hari buku karyanya akan menyelamatkan dunia.

Jeffries selalu bermimpi besar.