Agama dan Perdamaian: Landasan, Tujuan, dan Realitas Kehidupan

Agama dan Perdamaian: Landasan, Tujuan, dan Realitas Kehidupan

Author: Prof. Dr. H. M. Ridwan Lubis

Category: Religion & Spirituality

Agama adalah pedoman hidup yang menjelaskan arti dasar dari kehidupan. Sekalipun keyakinan terhadap agama bersifat sangat pribadi, tetapi kenyataannya agama muncul menjadi empat komponen: doktrin, ritual, etika, dan pranata. Oleh karena sejarah keagamaan menampilkan berbagai perbedaan tentang empat komponen tersebut maka cita-cita keberagamaan adalah selalu membawa perdamaian di alam semesta.

Sejarah keberagamaan bangsa Indonesia yang beragam telah melahirkan kehidupan yang damai dengan berbagai dinamika kehidupan sosialnya. Perdamaian adalah cita-cita dari keberagamaan karena semakin damai kehidupan masyarakat maka semakin terbuka peluang untuk pengamalan ajaran agama secara paripurna. Agama dan Pancasila adalah dua unsur yang berbeda posisinya karena yang satu menjadi pedoman hidup sebagai makhluk Allah sedangkan Pancasila adalah landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Oleh karena itu, keduanya saling mendukung karena agama menjadi landasan teologis berbangsa dan bangsa sebagai landasan implementasi ajaran-ajaran agama. Hal itulah makna penting dari tema agama dan perdamaian.

No. GM :
617218011
ISBN :
978-602-03-6100-0
Price :
Rp 160,000
Total Pages :
408 pages
Size :
15x23cm
Published :
09 October 2017
Format :
Softcover
Category :
Religion & Spirituality
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Prof. Dr. H. M. Ridwan Lubis

Prof. Dr. H. M. Ridwan Lubis adalah putra bungsu dari tiga bersaudara, kelahiran desa Pasir Lancat Baru dahulu termasuk wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, sekarang Kabupaten Padanglawas Sumatera Utara pada tanggal 19 Oktober 1947. Sehari-hari menjadi Guru Besar Pemikiran Islam pada Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah dan juga di Sekolah Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sebelumnya menjabat Dosen Fakultas Ushuluddin IAIN sekarang UIN Sumatera Utara di Medan (1977–2004). Menempuh pendidikan Sarjana Muda (BA) di Fakultas Ushuluddin UNUSU Padangsidempuan selanjutnya pendidikan S1 di Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin IAIN sekarang UIN Sunan Ampel Surabaya selesai tahun 1974. Kemudian melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di IAIN sekarang UIN Syarif Hidayatullah (1982–1987) dengan judul disertasi Pemikiran Sukarno tentang Islam dan Unsur-Unsur Pembaruannya. Pernah menjadi anggota DPRD Kotamadya Medan
(1997–1999). Aktif di berbagai organisasi yang sifatnya lintas agama baik pada tingkat kota maupun provinsi di Sumatera Utara. Menjadi salah seorang Ketua PBNU (2004–2010), anggota Mustasyar (2010–2015) dan A’wan (2015–sekarang). Selain itu juga, pernah menjadi Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah Dewan Pengurus MUI Sumatera Utara. Sering terlibat dalam kegiatan dialog dan sosialisasi untuk memelihara kerukunan hidup umat beragama. Terakhir, ditunjuk oleh Menteri Agama sebagai Kepala Puslitbang Kehidupan Beragama Kementerian Agama (2005–2007). Pernah ditugaskan Menteri Agama menjadi Pgs. Rektor IAIN Raden Intan di Bandar Lampung (2006) dan Pgs. Ketua STAIN Kudus (2008–2009). Mempunyai istri Dra. Hj. Nurcahaya Dalimunthe (alm) dan selanjutnya istri berikutnya Hj. Hima Malini Nasution, S.Ag. Penulis memiliki lima orang anak. Memperoleh anugerah dari Presiden RI Satyalancana Wira Satya dalam kegiatan pengembangan forum-forum kerukunan umat beragama (2008) dan Satyalancana Karya Satya (2010) sebagai pengabdian 30 tahun sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara.