Dan Datanglah Malam
Author: Dewi Ria Utari
Category: Romance
Malam tak hanya mengantarkan kantuk yang akan membawa kita pada mimpimimpi yang membuai. Malam sering kali mengantarkan mereka yang hidup di kegelapan, dalam bayang-bayang yang selama ini kita abaikan, sosok-sosok yang menghuni mimpi buruk kita. Dalam buku kelimanya ini, Dewi Ria Utari berkolaborasi dengan Yulian Ardhi, menciptakan serpihan kata-kata dan narasi pendek yang bertautan dengan imaji-imaji surealis yang diciptakan Yulian Ardhi. Buku ini memberikan pengalaman horor dan misteri baru yang tak linear, yang kerap kali hanya berupa cabikan-cabikan kegelisahan yang mengingatkan pembacanya pada ketidaknyamanan yang pernah dikenal di suatu masa nan entah.
Baca saja terus meski buku kudukmu mulai tak bisa diajak kompromi untuk berdiam sejenak. Baca saja terus meski luka laramu terburai kembali tak kunjung menemukan kata sembuh. Baca saja terus meski bayang-bayang kematian lebih cepat berlari mendekatimu. Baca saja terus meski makin nyata ajal telah berjarak sejengkal, mengiris nadi, membakar daging dan tulang belulang menjadi abu yang siap dilarung di laut. Baca saja terus karena malam dan siang telah dioplos dalam botol kematian. Ulin Niam Yusron
Cara terbaik untuk menggambarkan tulisan dan ilustrasi artistik dalam buku ini adalah dengan mengutip salah satu kalimat di dalamnya: Jangan memercayai matamu, percayailah bulu kudukmu. Indra Herlambang
Dewi Ria Utari membingkai ruang imajinasi yang suram dan tak pasti dengan sangat indah. Membawa saya kembali berselancar pada simpul kenangan yang kelam, abu-abu, antah berantah dengan asyik yang mencekam. Sha Ine Febriyanti
Buku ini memberi kita dua sekaligus, pengalaman literal dan pengalaman visual. Di antara keduanya seperti ada ruang kosong atau semacam lorong, di mana imajinasi kita menjelajah dan menelusuri misteri. Agus Noor