Membaca Lambang

Membaca Lambang

Author: Acep Zamzam Noor

Category: Poetry

Di muara kudengar langkah waktu sayup-sayup sampai Rumpun bakau menjelma ruang yang memantulkan gema Ketika angin kemarau berkejaran dengan gulungan ombak Di pantai. Aku tertinggal jauh di luar batas kesementaraan

Sekalipun yang tampak di hadapan tinggal kabut semata Tentu ada yang masih bisa diteroka. Aku membaca lambang Merenungi bagaimana langit merendah dan bumi meninggi Namun bukan sedang mengulurkan benang basah ke udara

Pengembaraan adalah detik-detik yang mengalir dari gunung Diteruskan sungai ke muara. Sedang penghayatan ibarat pasir Yang butir-butir halusnya mengembara ke tengah samudra

Pelan-pelan aku menyaksikan senja berubah menjadi panggung Sebuah resital cahaya mulai dipentaskan cakrawala. Di kejauhan Gugusan pulau menggelepar-gelepar bagaikan para penari latar

No. GM :
618174014
ISBN :
978-602-06-1396-3
Price :
Rp 42,000
Total Pages :
95 pages
Size :
13,5x20cm
Published :
08 October 2018
Format :
Softcover
Category :
Poetry
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Acep Zamzam Noor

ACEP ZAMZAM NOOR adalah penyair dan pelukis kelahiran Tasikmalaya. Masa kecil dan remajanya dihabiskan di lingkungan Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya. Menyelesaikan SLTA di Pondok Pesantren As-Syafi’iyah, Jakarta. Kuliah di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB. Mendapat fellowship dari Pemerintah Italia untuk belajar dan berkarya di Universita Italiana per Stranieri, Perugia, Italia. Mengikuti pameran dan workshop seni rupa di Filipina, Malaysia, Singapura, Belanda dan Cina. Mengikuti festival, konferensi, workshop dan baca puisi di Filipina, Malaysia, Thailand, Jepang, Belanda, Italia dan Prancis.

Puisi-puisinya terhimpun dalam sejumlah antologi, antara lain Di Luar Kata (Pustaka Firdaus, 1996), Di Atas Umbria (Indonesia Tera, 1999), Dongeng dari Negeri Sembako (Aksara Indonesia, 2001), Jalan Menuju Rumahmu (Grasindo, 2004), Menjadi Penyair Lagi (Pustaka Azan, 2007), Tulisan pada Tembok (Komodo Books, 2011), Bagian dari Kegembiraan (Pustaka Azan, 2013) dan Berguru Kepada Rindu (Diva Press, 2017). Puisi-puisi Sunda-nya dikumpulkan dalam antologi Dayeuh Matapoé (Geger Sunten, 1993), Paguneman (Nuansa Cendekia, 2011) dan Kiblat Kuring (dalam proses). Sebagian dari esai-esainya dibukukan dalam Puisi dan Bulu Kuduk (Nuansa Cendekia, 2011), Menjadi Sisifus (Diva Press, 2018) dan Sunda Santai Islam Santai (dalam proses penerbitan). Sejumlah puisinya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Jerman, Belanda, Portugal, Prancis, Italia, Jepang, Korea dan Arab.

Antologi puisinya, Di Luar Kata, meraih Penghargaan Penulisan Karya Sastra 2000 dari Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional RI. Lalu Jalan Menuju Rumahmu selain mendapat Penghargaan Penulisan Karya Sastra 2005 dari Pusat Bahasa, juga mendapat South East Asian (SEA) Write Award 2005 dari Kerajaan Thailand. Mendapat Anugerah Kebudayaan 2006 dari Gubernur Jawa Barat atas kiprahnya sebagai penggiat kebudayaan. Mendapat Anugerah Kebudayaan (Medali Emas) 2007 dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI untuk opini budaya terbaik yang dimuat media massa. Antologi puisinya yang lain, Menjadi Penyair Lagi, meraih Khatulistiwa Literary Award 2006-2007. Antologi puisi Bagian dari Kegembiraan, meraih Anugerah Utama Hari Puisi Indonesia 2013. Lalu antologi puisi terbarunya, Berguru Kepada Rindu, meraih Anugerah Terpilih Hari Puisi Indonesia 2017. Sementara antologi puisinya dalam bahasa Sunda, Paguneman, meraih Hadiah Sastra Rancage 2012.

Death Approaching and Other Poems (The Lontar Foundation, 2015) merupakan antologi puisinya dalam terjemahan Inggris dan Jerman, sedang Ailleurs Des Mots (Sorbonne Nouvelle, 2016) adalah antologi puisinya dalam terjemahan Prancis.

Books by Acep Zamzam Noor