TeenLit: From Bitung with Love

TeenLit: From Bitung with Love

Author: Esi Lahur

Category: TeenLit

Sejak Maret 2020, pandemi melanda hampir seluruh dunia, termasuk Indonesia. Meski tidak sampai lockdown, masyarakat khususnya di Pulau Jawa hampir tidak bisa ke mana-mana. Ketika situasi mereda, Timon, Bella, Serena, Jerry, Joni, dan Tuti berlibur ke Bitung dan Manado, Sulawesi Utara. Di Bitung mereka tinggal di resor milik teman ayah Timon. Dino, anak pemilik resor, menemani mereka selama di sana. Pengalaman selama perjalanan membuat perasaan keenam sahabat itu plus Dino jadi campur aduk. Tegang karena peristiwa kejahatan yang melibatkan polisi, senang karena bisa liburan di daerah baru, bahagia karena ada rasa suka yang timbul, dan jengkel karena Jerry malah sakit gara-gara kesalahannya sendiri. Diam-diam, Serena ikut perjalanan ini karena ingin melarikan diri dari suasana rumah yang terasa seperti neraka. Tidak dia sangka, Dino ternyata suka padanya. Padahal Bella sejak awal telah menunjukkan rasa suka pada Dino. Persahabatan Serena dan Bella diuji. Jadi, bagaimana akhir liburan mereka?

No. GM
:622150001
ISBN
:978-602-06-5978-7
Price
:Rp 73,000
Total Pages
:264 pages
Size
:13.5x20cm
Published
:22 June 2022
Format
: Soft Cover
Category
: TeenLit
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Esi Lahur

Pendosa adalah novel perdana Esi Lahur yang memiliki nama asli Maria Theresia Lahur. Novel ini terinspirasi dari pengalaman hidup penulis yang pernah menempuh SMA di Blitar, tinggal di asrama yang dikelola suster Katolik, dan mengalami masa kuliah yang kebetulan bertepatan dengan penggulingan Orde Baru.
Lahir di Jakarta, 3 Oktober 1977, Esi adalah sarjana antropologi FISIP Universitas Indonesia (2001) yang kini bekerja sebagai wartawan di Tabloid Olahraga BOLA.
Ketertarikan Esi pada dunia tulis-menulis sudah muncul sejak kecil. Waktu SD, pernah menulis di majalah Paroki Kristus Salvator, Petamburan, Jakarta, yang bernama Tambur.
Saat kuliah, Esi mengikuti mata kuliah Penulisan Populer dengan dosen Ismail Marahimin yang membuatnya gemar menulis cerpen. Pengaruh mengikuti mata kuliah itu besar bagi Esi, karena cerpen pertama yang dikirimnya ke majalah Femina, Pengantinku menjadi juara pertama Sayembara Mengarang Cerpen Femina 2000. Sejak itu sejumlah cerpennya dimuat di majalah Femina dan Bobo.
Kegemaran melakukan perjalanan ke sejumlah daerah di Indonesia digabungkan dengan kesenangan menulis menghasilkan novel Pendosa.