The Richest Man in Babylon (2023)

The Richest Man in Babylon (2023)

Author: George S. Clason

Category: Self-Improvement

Buku ini mengedepankan pedoman abadi tak lekang zaman yang menghadirkan prinsip-prinsip mendapatkan, mempertahankan, dan mengembangkan kekayaan. Tersaji dalam bentuk nasihat praktis melalui kisah-kisah menarik berlatar Babilonia Kuno yang disukai pembaca modern, pundi-pundi kempes bisa berubah jadi berat berisi dengan mempraktikkan:

  • pedoman abadi kebijakan finansial;
  • panduan klasik untuk keuangan pribadi dan akumulasi kekayaan;
  • prinsip menabung, berinvestasi, dan memperoleh kekayaan;
  • kebijakan finansial praktis untuk individu dengan berbagai tingkat pendapatan; serta
  • strategi yang telah teruji waktu dalam meraih kemandirian dan kesuksesan finansial.

George Samuel Clason lahir di Louisiana, Missouri, pada 7 November 1874. Pada 1926, ia meluncurkan terbitan pertama dari serangkaian pamflet tentang kiat sukses bisnis dan keuangan dengan latar Babilonia Kuno untuk menyampaikan buah-buah pikirannya. Yang paling terkenal adalah The Richest Man in Babylon, yang kemudian menjadi judul buku ini. Sebagai karya klasik, buku ini telah memberi inspirasi bagi berjuta-juta orang modern.

No. GM :
623203016
ISBN :
978–979–22–5963–6
Price :
Rp 99,000
Total Pages :
212 pages
Size :
13,5 x 20 cm
Published :
18 October 2023
Format :
Soft Cover
Category :
Self-Improvement
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
George S. Clason

George S. Clason dilahirkan di Lousiana, Missouri, pada tanggal 7 November 1874. Ia mengikuti kuliah di University of Nebraska dan bertugas di United States Army selama perang Spanyol - Amerika. Mengawali karier yang panjang dalam penerbitan, ia mendirikan The Clason Map Company of Denver, Colorado, dan menjadi orang pertama yang menerbitkan atlas jalan Amerika Serikat dan Canada. Pada tahun 1926, ia meluncurkan terbitan pertama dari serangkaian pamflet tentang kiat sukses bisnis dan keuangan, dengan menggunakan perumpamaan - perumpamaan, dan menggunakan seting Babylon kuno untuk menyampaikan buah-buah pikirannya. Pamflet-pamlet itu kemudian disebarkan dalam jumlah besar oleh bank-bank dan perusahaan-perusahaan asuransi dan dikenal oleh berjuta-juta orang.