Chicken Soup for the Soul: Berpikir Positif, Hidup Bahagia
Author: Amy Newmark, Deborah Norville
Category: Self-Improvement, Lomba Ulasan Sewindu Bincang Buku
Kadang, kita butuh contoh, seorang panutan, seseorang yang bisa diteladani saat kita sendiri tengah mencoba bangkit, menarik napas dalam-dalam, dan mencari cara untuk melangkah maju. Maju ke tujuan yang baru. Maju menuju bahagia. Menuju tempat yang berbeda dari tempat yang dahulu. Tempat berisi keadaan ketika kita mencari-cari pikiran positif dan asa untuk bisa berbahagia. Tempat itu tetap di sana sambil kita bergerak maju.
Setiap kisah dari 101 kisah bahagia dalam buku ini datang dari pikiran positif. Kita akan diajak menciptakan kenangan sendiri dan merayakan kebahagiaan. Dengan mengenali perasaan bahagia hari ini, kita dapat senantiasa merasa bahagia esok dan di seluruh hari lain di masa yang akan datang.
No. GM :
624221026
ISBN :
978-602-06-7748-4
Price :
Rp 149,000
Total Pages :
360 pages
Size :
13,5 x 20 cm
Published :
12 June 2024
Format :
Soft Cover
Category :
Self-Improvement
, Lomba Ulasan Sewindu Bincang Buku
Arvig Budiatus Sholikhah
1 year ago
Waktu tak akan terulang. Ia akan terus berjalan tanpa disadari. Amy memberinya tema "Menikmati Hari Ini". Hari ini akan berjalan sesuai waktu yang sudah diberikan-Nya. Melaluinya dengan riang gembira akan lebih leluasa dalam mencapai kebahagian. Klise memang, namun hal ini yang saat ini sedang dicari dan diperjuangkan kebanyakan orang. Bahkan beberapa orang harus berobat untuk bisa menikmati hari lebih senang dan nyaman. Sakit tak selamanya berhubungan dengan obat dan dokter. Sakit bisa dimulai dan karena diri sendiri. Hal-hal negatif mulai terus dipikirkan dan ditakutkan. Kisah kehidupan yang diberikan seperti tokoh aku dalam bab 1 menderika kanker tuba falopi. Serangkaian pengobatan harus dijalaninya demi tetap bertahan hidup. Kisah tentang perjuangan dan pengorbanan. Tangis dan tawa menemani setiap Bab dalam buku ini. Menarik dilanjutkan untuk pembacaan di bab selanjutnya. Aku ingin katakan, "jaga dirimu. Bahagialah dengan apapun cara yang kamu pilih. Sesederhana itu".
Fathiyah Azizah
1 year ago
Hampir semua orang pernah mengalami kondisi yang mengguncang jiwa. Perlu usaha lebih untuk merasa hidup kembali, salah satu cara dengan terapi perilaku kognitif. Buku Chicken Soup ini bisa jadi salah satu sarana untuk terapi tersebut. Selain kisahnya yang hangat, banyak kata-kata affirmasi yang bisa dipraktikkan. Kisah di buku ini juga menambah pembaca tentang sudut pandang akan dunia, harapnya mengurangi keterpurukan. Terlebih lagi, saat membaca cerita yang relate, diri ini akan merasa terhubung, tak lagi merasa sendiri menghadapi sulitnya hidup.
Ada 11 tema yang diangkat di buku ini: Menikmati saat ini; Menghitung Berkat; Mencoba; Kekuatan Sikap; Kata-Kata Pengubah Hidup; Mengubah Malang Menjadi Senang; Melangkah keluar dari Zona Nyaman; Menemukan Kekuatan dari Dalam Diri; Menjadikan Setiap Hari Bermakna; Mengubah Kehidupan; dan Menciptakan Perbedaan.
Aku agak terketuk ketika membaca kisah tentang Jurnal Syukur. Pengisah menyebut jurnal syukur adalah hal konyol, aku pun begitu, berasa apa sih kok mengada-adakan, berasa palsu. Memang bagi beberapa orang yang meyakininya sangat berdampak pada perspektif harian sehingga berdampak pada fisik. Menariknya, bagi pengisah, jurnal ini barulah terasa di saat dia merasa burn out, merasa tak pernah cukup berusaha. Membaca kembali jurnal membuat ia sadar adanya perubahan luar biasa pada dirinya. “dengan menikmati proses dan merenungkan kembali perjalananku membuat setiap keberhasilan kecil tampak seperti kemenangan.”(67)
Kisah menarik lainnya tentang pikiran sangat berpengaruh terhadap tubuh manusia. Sang pengisah merasakan luka yang sangat akibat perilaku ibunya. Ibunya selalu mengkritiknya soal apapun, ibunya juga pilih kasih. Makin parah lagi dia merawat ibunya yang mengidap kanker. Seharusnya tugas merawat ibunya dilimpahkan ke anak tersayang, yaitu kakaknya, eh malah tanggung jawab itu dialihkan ke dia. Dia menghadapi energi negatif ibunya tanpa henti selama 24 jam sehari. Apa yang akhirnya didapat? 5 bulan setelah ibunya meninggal, ia divonis kanker. Teringat diskusi “Sel yang Bahagia adalah Sel yang Sehat”, ia berjuang untuk memasukkan pikiran positif, hingga terbebaslah ia dari kanker.
Ada 11 tema yang diangkat di buku ini: Menikmati saat ini; Menghitung Berkat; Mencoba; Kekuatan Sikap; Kata-Kata Pengubah Hidup; Mengubah Malang Menjadi Senang; Melangkah keluar dari Zona Nyaman; Menemukan Kekuatan dari Dalam Diri; Menjadikan Setiap Hari Bermakna; Mengubah Kehidupan; dan Menciptakan Perbedaan.
Aku agak terketuk ketika membaca kisah tentang Jurnal Syukur. Pengisah menyebut jurnal syukur adalah hal konyol, aku pun begitu, berasa apa sih kok mengada-adakan, berasa palsu. Memang bagi beberapa orang yang meyakininya sangat berdampak pada perspektif harian sehingga berdampak pada fisik. Menariknya, bagi pengisah, jurnal ini barulah terasa di saat dia merasa burn out, merasa tak pernah cukup berusaha. Membaca kembali jurnal membuat ia sadar adanya perubahan luar biasa pada dirinya. “dengan menikmati proses dan merenungkan kembali perjalananku membuat setiap keberhasilan kecil tampak seperti kemenangan.”(67)
Kisah menarik lainnya tentang pikiran sangat berpengaruh terhadap tubuh manusia. Sang pengisah merasakan luka yang sangat akibat perilaku ibunya. Ibunya selalu mengkritiknya soal apapun, ibunya juga pilih kasih. Makin parah lagi dia merawat ibunya yang mengidap kanker. Seharusnya tugas merawat ibunya dilimpahkan ke anak tersayang, yaitu kakaknya, eh malah tanggung jawab itu dialihkan ke dia. Dia menghadapi energi negatif ibunya tanpa henti selama 24 jam sehari. Apa yang akhirnya didapat? 5 bulan setelah ibunya meninggal, ia divonis kanker. Teringat diskusi “Sel yang Bahagia adalah Sel yang Sehat”, ia berjuang untuk memasukkan pikiran positif, hingga terbebaslah ia dari kanker.