BESTSELLER
Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya
Author: dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ
Category: Self-Improvement
“Buku ini seperti teman yang memahami luka-luka terdalam tanpa banyak bicara—mengajak kita merenungi penyesalan, berdamai dengan masa lalu, dan membayangkan harapan baru, untuk bisa menjadi sesuatu yang lebih sederhana seperti pohon semangka di kehidupan berikutnya.” —Naela Ali, Penulis
Jawab dengan cepat: Seandainya terlahir kembali di kehidupan berikutnya, kamu ingin menjadi apa? Berikut beberapa jawaban unik yang pernah kudengar baik dalam ruang praktik maupun ketika ngobrol santai dengan teman-teman:
“Aku ingin menjadi ubur-ubur, melayang bebas tanpa tekanan atasan dan ekspektasi sosial.”
“Aku ingin menjadi pohon pinus, karena tinggi dan keren.”
“Aku ingin menjadi ikan mas koki. Katanya memorinya cuma bertahan lima detik, jadi aku tidak akan overthinking.”
Suatu hari, seorang pasien perempuan mengatakan bahwa ia ingin terlahir kembali menjadi bunga matahari. Terdengar sangat indah, ya? Tapi, di sesi berikutnya, dia merevisi pendapatnya. “Aku ingin menjadi pohon semangka di kehidupan berikutnya.” Kehidupan seperti apa yang dia alami sampai berpikir lebih baik menjadi pohon semangka?
Ini adalah buku tentang kekecewaan, penyesalan, dan ketidaksempurnaan. Buku ini cocok untuk kalian yang sering dituduh kurang bersyukur, yang suka duduk di kursi minimarket di akhir hari, yang ingin belajar menanam bunga matahari, dan tentunya yang masih mencari arti dari kata kebahagiaan.
Menjadi seorang pasien kesehatan mental adalah aib yang harus dia tutupi bahkan hingga hari kematiannya. Hanya karena tidak ingin melukai ekspektasi keluarganya yang kaya raya, dia membiasakan diri untuk tidak pernah menjadi beban di kondisinya yang sedang menghadapi penyakit autoimun. Banyak pertanyaan yang akhirnya dia dapatkan jawabannya, sehingga mengubah narasi dari "tidak apa-apa jika harus mati" menjadi "akan aku gunakan waktu yang tersisa dengan sebaik mungkin."
Cerita ini dikemas dengan sekaligus memberikan pelukan hangat kepada pembaca yang sedang butuh "di-pukpuk". Terkadang kita baru menyadari bahwa ternyata diri kita yang terlihat tidak sempurna ini juga hebat. Seberapa besar keberanian dan kekuatan yang sudah kita kerahkan pada setiap langkah untuk mencoba bangkit dari kegagalan? Besar banget ternyata.
Aku jadi berpikir, jika suatu saat nanti aku meninggal sepertinya aku ingin menjadi seekor tupai. Meski berkali-kali melakukan kebodohan, setidaknya diriku bermanfaat untuk alam ini dengan ribuan biji yang aku kubur di tempat yang berbeda.
Melalui kisah Lalin, ternyata ketidaksempurnaan itu tidak apa-apa. Hidup hanya perlu dijalani saja, selebihnya serahkan semuanya pada semesta ♥️