Tarian Bumi (Edisi 30 Tahun)

Tarian Bumi (Edisi 30 Tahun)

Author: Oka Rusmini

Category: Literary

“Perempuan Bali itu, Luh, perempuan yang tidak terbiasa mengelu-arkan keluhan. Hanya dengan cara itu mereka sadar dan tahu bahwa mereka masih hidup, dan harus tetap hidup. Keringat mereka adalah api. Dari keringat itulah asap dapur bisa tetap terjaga. Mereka tidak hanya menyusui anak yang lahir dari tubuh mereka. Mereka pun menyusui laki-laki. Menyusui hidup itu sendiri.”

Seperti Arundhati Roy dan banyak penulis perempuan di ”Dunia Ketiga”, Oka Rusmini mengusik kemapanan melalui keberaniannya memandang budayanya  sendiri  dengan  kritis.  Menarik  kita bandingkan diskriminasi gender dan kelas dalam Tarian Bumi dan The God of Small Things.

Melanie Budianta

Tarian Bumi menjadi fenomena sekaligus kontroversi. Novel ini dengan sangat terbuka menghantam keadaan yang melingkupi kehidupan perempuan di kalangan bangsawan Bali yang masih sangat feodal. Dalam konteks adat-istiadat Bali, Tarian Bumi dipandang sebagai sebuah pemberontakan kepada adat.

Tempo, 9 Mei 2004

Jika novelis Inggris, Graham Greene, merasa telah menemukan India yang sebenarnya justru dalam novel-novel dan cerita-cerita pendek yang ditulis R.K. Narayan, maka tak berlebihan jika kita pun merasa telah menemukan Bali yang sebenarnya melalui novel ini.

Horison, Juli 2001

No. GM :
625202021
ISBN :
978-602-06-8535-9
Price :
Rp 129,000
Total Pages :
188 pages
Size :
13,5 x 20 cm
Published :
29 October 2025
Format :
Hard Cover
Category :
Literary
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini