Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa: Bulan Tenggelam di Pakuan

Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa: Bulan Tenggelam di Pakuan

Author: Zaky Yamani

Category: Literary

Samiam Nogueira melanjutkan pengembaraannya. Dia telah menempuh perjalanan melintasi benua demi benua, dari perbukitan Eropa, padang pasir Arabia, hingga kota-kota Persia, India, dan Cina. Namun di balik setiap pelabuhan yang disinggahinya, Samiam sesungguhnya sedang mencari satu hal yang tak pernah benar-benar ia miliki: asal-usul dan tempat yang dapat ia sebut sebagai rumah.

Di tengah dunia abad ke-16 yang diguncang perebutan kekuasaan dan perdagangan rempah, Samiam terus dibayangi pengkhianatan, kehilangan, dan pilihan-pilihan yang menguji nuraninya. Sementara itu, sosok misterius yang selalu hadir dalam mimpi-mimpinya—Bayangan Hitam—tak henti memanggilnya pulang ke tanah leluhur yang tak dia kenal.

Ketika akhirnya menjejakkan kaki di tanah Sunda, Samiam mendapati sebuah kerajaan yang berada di ambang kehancuran. Di bawah bayang-bayang kekuasaan yang zalim dan kepungan kekuatan-kekuatan baru dari segala penjuru, dia terseret ke dalam pusaran intrik yang menjadikannya simbol harapan sekaligus ancaman.

Bulan Tenggelam di Pakuan adalah penutup epik trilogi Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa, sebuah kisah tentang pengembaraan, identitas, cinta, pengkhianatan, dan harga yang harus dibayar ketika seseorang akhirnya menemukan jalan pulang.

No. GM :
626173003
ISBN :
978-602-06-9068-1
Price :
Rp 139,000
Total Pages :
552 pages
Size :
13,5 x 20 cm
Published :
14 October 2026
Format :
Soft Cover
Category :
Literary
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Zaky Yamani

Zaky Yamani lahir di Bandung, 27 Juli 1978. Menulis fiksi dan nonfiksi sejak 2003. Karya-karyanya yang sudah terbit bersama Gramedia Pustaka Utama antara lain: Kereta Semar Lembu (2022), buku pertama Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa (2021), Waktu Helena (2020), Pusaran Amuk (2016), dan Bandar (2014).

Pada 2021, naskah Kereta Semar Lembu meraih Juara I Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta. Novel yang sama juga meraih Prosa Pilihan Tempo 2022. Sedangkan pada 2023, Kereta Semar Lembu meraih Penghargaan Sastra Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Pada 2017, Zaky menjalani residensi di Portugal sebagai bagian dari program residensi penulis Indonesia yang diselenggarakan Komite Buku Nasional. Novel Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa adalah hasil dari residensi tersebut, dan dirancang untuk menjadi sebuah trilogi.