Ir. Hartoto Soedarmo, S.E.
Ir. Hartoto Soedarmo, S.E.
Pria kelahiran Bojonegoro, 29 maret 1964, ini menyelesaikan pendidikan formalnya di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga pada tahun 1991. Sejak tahun 1991 hingga 1995, Mas Toto (panggilan akrabnya) bekerja di PT. Dwi Pranata Agung, member of Dwima Group. Pada saat ini, ia bekerja di Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi lndonesia (LP3I), Pendidikan Otomotif di Jakarta Timur dengan jabatan Education Manager. Sebagai seorang mekanik sepeda motor, Mas Toto bukan saja mekanik yang telah berpengalaman, tetapi juga mekanik analis. Dunia otomotif, khususnya roda-2, sudah tidak asing lagi baginya. Pada saat beliau duduk di bangku sekolah dasar, keluarganya telah memiliki sebuah bengkel motor.

Saat bersekolah di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, ia sudah bekerja di bengkel resmi AHASS dengan berbekal pelatihan bersertifikat antara lain dari Yayasan Dharma Bhakti Astra dan PT Astra Komponen lndonesia (ASKI), Yamaha Flagship shop, PT. Kawasaki Indonesia, PT. Daan Motor serta PT TVS Motor Company Indonesia. Di sela- sela kesibukannya sebagai pengajar, ia masih sempat menjalankan bisnis Bengkel Mitra ASPIRA \\\\\\\"LA MOTOR Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Menurut beliau, prinsip dasar menjadi mekanik itu mudah asal ada kemauan dan mau mencoba dan belajar dari kesalahan. Sukses menjadi seorang mekanik tak lepas dari mencermati 4 (empat) poin inti bidang mekanika, yaitu: minat - hasrat - bakat - belajar berkelanjutan.

Dengan demikian, hukum kepantasan bagi segala sesuatu berlaku bagi Anda. Jika Anda memperbaiki diri, Anda akan menghasilkan output yang lebih berkualitas. Pedoman hidupnya adalah knowledge is the power of inspiration and skill is life`s implementation. Dalam kesehariannya Mas Toto dikenal berperangai sederhana dan menyenangkan.Tak heran, jika setiap harinya banyak pelanggan mampir ke bengkelnya untuk sekedar tune-up atau memasang berbagai aksesori sepeda motor. Buku ini adalah buku keempatnya yang diterbitkan dan merupakan buku pertamanya yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama. Baginya, \\\\\\\"memiliki 1.000 orang kawan itu belum cukup, memiliki seorang musuh itu sudah sangat merepotkan\\\\\\\".

Books