Loading...
Shusako Endo
Shusaku Endo dilahirkan di Tokyo pada tahun 1923. Ketika berumur tiga tahun, keluarganya pindah ke Manchuria yang waktu itu diduduki Jepang. Orangtuanya kemudian bercerai, dan ia bersama ibunya kembali ke Jepang. Ibunya yang beragama Katolik membesarkan Endo dalam agama yang sama. Endo dibaptis menjadi Katolik ketika ia berusia 12 tahun.
Setelah lulus dari fakultas sastra Prancis di Keio University, dia mendapat beasiswa dari pemerintah Prancis selama dua setengah tahun di Lyonpengalaman ini kelak dituangkan ke dalam beberapa novelnya. Salah satunya novel berjudul Shirio Hito (The White Man), yang mendapat penghargaan bergengsi Akutagawa Prize, yang merupakan penghargaan pertama dari sekian banyak penghargaan yang kelak diperolehnya dalam dunia sastra. Ia juga diangkat menjadi anggota Nihon Geijutsuin, sebuah Akademi Seni Jepang yang sangat bergengsi.
Walaupun Shusaku Endo sudah meninggal pada tahun 1996, sejumlah bukunya masih diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia. Salah satu novelnya yang banyak dibicarakan adalah Silence (Hening), yang rencananya akan diangkat ke layar lebar.
Sebagai pengarang, Shusaku Endo adalah salah satu dari sedikit pengarang Jepang yang menulis dari perspektif yang unik sebagai seorang Jepang dan Katolik (pemeluk Kristen di Jepang kurang dari 1%). Buku-bukunya mencerminkan banyak pengalamannya terutama membahas jalinan moral kehidupan. Iman Katoliknya dapat dilihat dalam kadar tertentu di setiap bukunya, yang sering kali merupakan ciri khas dari karya-karyanya. Kebanyakan tokoh novel Shusaku Endo bergumul dengan dilema moral yang rumit sebagai orang Katolik, dan pilihan-pilihan mereka sering kali membawa hasil yang bercampur tragedi.
Setelah lulus dari fakultas sastra Prancis di Keio University, dia mendapat beasiswa dari pemerintah Prancis selama dua setengah tahun di Lyonpengalaman ini kelak dituangkan ke dalam beberapa novelnya. Salah satunya novel berjudul Shirio Hito (The White Man), yang mendapat penghargaan bergengsi Akutagawa Prize, yang merupakan penghargaan pertama dari sekian banyak penghargaan yang kelak diperolehnya dalam dunia sastra. Ia juga diangkat menjadi anggota Nihon Geijutsuin, sebuah Akademi Seni Jepang yang sangat bergengsi.
Walaupun Shusaku Endo sudah meninggal pada tahun 1996, sejumlah bukunya masih diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia. Salah satu novelnya yang banyak dibicarakan adalah Silence (Hening), yang rencananya akan diangkat ke layar lebar.
Sebagai pengarang, Shusaku Endo adalah salah satu dari sedikit pengarang Jepang yang menulis dari perspektif yang unik sebagai seorang Jepang dan Katolik (pemeluk Kristen di Jepang kurang dari 1%). Buku-bukunya mencerminkan banyak pengalamannya terutama membahas jalinan moral kehidupan. Iman Katoliknya dapat dilihat dalam kadar tertentu di setiap bukunya, yang sering kali merupakan ciri khas dari karya-karyanya. Kebanyakan tokoh novel Shusaku Endo bergumul dengan dilema moral yang rumit sebagai orang Katolik, dan pilihan-pilihan mereka sering kali membawa hasil yang bercampur tragedi.