Loading...
Budi Yuwono
Budi Yuwono lahir 16 Februari 1953, di Tulungagung, Jawa Timur. Ia dibesarkan oleh didikan orangtua yang menanamkan kejujuran, kepatuhan, dan tanggung jawab dengan melibatkannya sejak dini dalam pengelolaan perusahaan keluarga. Prestasi tinggi di bidang ilmu eksakta yang digemarinya telah dicapainya di setiap jenjang pendidikan formal mulai Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Ini membuatnya selalu mengandalkan secara maksimal kemampuan akalnya terlebih dulu sebelum percaya terhadap segala sesuatu.
Fakultas Elektroteknik-ITB yang diselesaikannya secara singkat ternyata memberi hikmah lain, yaitu pemahaman tentang sesuatu (baca : listrik) yang tidak \\\\\\\"kasat mata\\\\\\\", tetapi nyata keberadaan potensi dan manfaatnya. Ini kemudian memudahkannya dalam memahami tentang spiritualitas yang tidak \\\\\\\"kasat akal-rasa\\\\\\\" tetapi berdampak nyata dan signifikan dalam kehidupan setiap manusia.
Jabatan Direksi di lingkungan perusahaan Jepang yang menanamkan kejujuran, kesantunan, dan tanggung jawab juga telah menempanya menjadi pribadi yang patuh kepada nilai-nilai kebenaran dalam pencapaian prestasi kerja. Keharusan tunduk kepada otoritas dan aturan yang berlaku harus dilatih dan dijalaninya dengan segala kemampuan potensi akal-rasa manusiawinya. Hal ini telah mengubahnya menjadi pribadi yang mampu patuh kepada Hukum Akal.
Pendidikan pascasarjana bidang bisnis dan manajemen yang ditempuhnya telah meningkatkan kemampuan manajerialnya dalam penerapan berbagai sistem manajemen peningkatan kinerja perusahaan. Hal ini memperkuat kesimpulannya bahwa apa pun sistem manajemen yang dipakai tidak banyak bisa meningkatkan kinerja perusahaan kalau itu hanya mengandalkan potensi kemanusiawian. Dalam perjalanan selanjutnya ia menemukan solusi yang hakiki, yaitu sistem manajemen yang berbasis Kecerdasan Spiritual dan telah terbukti berhasil ia terapkan. Hal ini telah menempa potensi spiritual keilahiannya untuk mampu percaya dan patuh kepada Hukum Iman yang lebih superior walau akalnya yang tergolong cerdas tidak mampu mencernanya.
Institusi SQ Reformation Center dibentuknya setelah mengalami \\\\\\\"pertobatan\\\\\\\" pada tahun Yubelium-2000, yang merupakan wadah aktivitas sebagai Praktisi Kecerdasan Spiritual dengan Tuhan yang sangat dikasihinya sebagai \\\\\\\"Guru Pembimbing\\\\\\\". Ini adalah institusi sarana pewartaan tentang pentingnya peningkatan Kecerdasan Spiritual setiap insan agar mampu mengubah keadaan nasib dan takdirnya menjadi kehidupan yang berkelimpahan sejati. Hal ini telah berbuah dalam memberdayakan orang lain keluar dari masalah kehidupan, seperti masalah keluarga, pekerjaan, hubungan, kesehatan, pengaruh, dan keuangan.
Fakultas Elektroteknik-ITB yang diselesaikannya secara singkat ternyata memberi hikmah lain, yaitu pemahaman tentang sesuatu (baca : listrik) yang tidak \\\\\\\"kasat mata\\\\\\\", tetapi nyata keberadaan potensi dan manfaatnya. Ini kemudian memudahkannya dalam memahami tentang spiritualitas yang tidak \\\\\\\"kasat akal-rasa\\\\\\\" tetapi berdampak nyata dan signifikan dalam kehidupan setiap manusia.
Jabatan Direksi di lingkungan perusahaan Jepang yang menanamkan kejujuran, kesantunan, dan tanggung jawab juga telah menempanya menjadi pribadi yang patuh kepada nilai-nilai kebenaran dalam pencapaian prestasi kerja. Keharusan tunduk kepada otoritas dan aturan yang berlaku harus dilatih dan dijalaninya dengan segala kemampuan potensi akal-rasa manusiawinya. Hal ini telah mengubahnya menjadi pribadi yang mampu patuh kepada Hukum Akal.
Pendidikan pascasarjana bidang bisnis dan manajemen yang ditempuhnya telah meningkatkan kemampuan manajerialnya dalam penerapan berbagai sistem manajemen peningkatan kinerja perusahaan. Hal ini memperkuat kesimpulannya bahwa apa pun sistem manajemen yang dipakai tidak banyak bisa meningkatkan kinerja perusahaan kalau itu hanya mengandalkan potensi kemanusiawian. Dalam perjalanan selanjutnya ia menemukan solusi yang hakiki, yaitu sistem manajemen yang berbasis Kecerdasan Spiritual dan telah terbukti berhasil ia terapkan. Hal ini telah menempa potensi spiritual keilahiannya untuk mampu percaya dan patuh kepada Hukum Iman yang lebih superior walau akalnya yang tergolong cerdas tidak mampu mencernanya.
Institusi SQ Reformation Center dibentuknya setelah mengalami \\\\\\\"pertobatan\\\\\\\" pada tahun Yubelium-2000, yang merupakan wadah aktivitas sebagai Praktisi Kecerdasan Spiritual dengan Tuhan yang sangat dikasihinya sebagai \\\\\\\"Guru Pembimbing\\\\\\\". Ini adalah institusi sarana pewartaan tentang pentingnya peningkatan Kecerdasan Spiritual setiap insan agar mampu mengubah keadaan nasib dan takdirnya menjadi kehidupan yang berkelimpahan sejati. Hal ini telah berbuah dalam memberdayakan orang lain keluar dari masalah kehidupan, seperti masalah keluarga, pekerjaan, hubungan, kesehatan, pengaruh, dan keuangan.