Awal ketertarikan Devi Asmarani pada yoga bermula saat dia ingin menyembuhkan migrain dan masalah pencernaannya yang kronis. Setelah kelas yoga pertamanya, dia langsung ketagihan. Sejak itu dia telah mempelajari berbagai jenis yoga, termasuk Ashtanga, Vinyasa, Bikram Yoga, Power Yoga, Anusara, Yin Yoga, dan Acro Yoga.
Pada 2008, dia memutuskan berhenti dari pekerjaan terakhirnya sebagai Koresponden Indonesia untuk koran Singapura, The Straits Times, selama delapan tahun dan dari karier jurnalistik yang sudah ditekuninya selama 13 tahun untuk mengajar yoga dan menjadi penulis lepas. Dia sempat mengisi kolom tetap di beberapa media, termasuk koran The Jakarta Post dan majalah The Weekender dari 2008-2011. Selain itu dia menulis artikel, esai, dan karya fiksi yang dimuat di beberapa publikasi lokal dan asing lainnya.
Devi telah melanjutkan perjalanan yoga dan spiritualnya dengan belajar dari guru-guru yang menginspirasinya di berbagai negara, sampai ke India. Semua aspek yoga menarik perhatiannya untuk dia dalami, mulai dari fisik, mental, sampai intelektual. Dia sangat menikmati proses pemelajaran dan proses berbagi ilmu dengan orang lain. Dengan lebih dari 500 jam Teachers Training, dia memiliki kualifikasi untuk mengajar Hatha Yoga, Ashtanga Vinyasa, Prenatal, dan Kids Yoga.
Fanpage Facebook : www.facebook.com/pages/Yoga-Untuk-Semua-Panduan-Berlatih-Yoga-yang-Lengkap-dan-Aman/229903570363868
Website : www.namastefestival.com/