Kamus Populer Mandarin - Indonesia

Kamus Populer Mandarin - Indonesia

Author: Y.B. Suharto

Category: Reference & Dictionary

Disusun oleh Y.B. Suharto, seorang doktor yang selama bertahun-tahun secara otodidak mempelajari bahasa Mandarin. Kamus Populer Mandarin-Indonesia ini mempunyai banyak kelebihan dibandingkan kamus serupa karena:

- amat mudah digunakan
- terdiri dari lebih kurang 6.500 kata dasar dan 30.000 kata majemuk, termasuk ungkapan, peribahasa, dan kalimat percakapan sehari-hari
- entri terdiri dari huruf Han yang disederhanakan, dilengkapi dengan huruf tradisionalnya (bila ada)
- selain ejaan Pinyin yang sudah diakui masyarakat internasional, kamus ini juga mencantumkan ejaan Zhuyin, yaitu ejaan yang biasa digunakan oleh masyarkat Taiwan dan sebagian masyaakat Indonesia yang pernah bersekolah di sekolah berbahasa pengantar bahasa Mandarin
- nada/ton yang tepat, serta
- memuat lampiran lengkap, antara lain mengenai angka desimal, nama kota di Cina, nama kota dan letak geografis dunia, nama negara, sukatan, sampai contoh-contoh kalimat percakapan sehari-hari.

No. GM :
0
ISBN :
979-686-949-7
Price :
Rp 240,000
Total Pages :
0 pages
Size :
15 x 23
Published :
01 January 2002
Format :
Softcover
Category :
Reference & Dictionary
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Y.B. Suharto

Yohanes Berchmanns Suharto dilahirkan di Bantul, Yogyakarta, 1 November 1946. Suami dari Veronika Warsini ini menamatkan SD pada 1958, SLTP pada 1961, dan SLTA pada 1964. Gelar dokter umum diperolehnya dari Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1972. Sebagai doktor, ia telah memangku berbagai jabatan, antara lain Kepala Puskesmas Alas, Sumbawa (1972-1974), Kepala Puskesmas Muko-Muko, Bengkulu Utara (1974-1977), Direktur RSU Kendal Jawa Tengah (1977-1981), dan Asisten Ahli Radiologi di UDF Radiologi RSUD dr. Moewardi, Surakarta, merangkap sebagai dosen Fakultas Kedokteran UNS, Surakarta (1981-sekarang).

Ayah empat orang anak memiliki koleksi kamus sebanyak kurang lebih 100 macam ini mengalami kontak pertama dengan bahasa Mandarin ketika anak keduanya yang masih kecil jatuh sakit dan harus menjalani pengobatan akupuntur. Kemudian, setelah pindah ke bagian Radiologi RSUD dr. Moewardi, Surakarta, ia menangani terapi untuk penderita kanker dengan menggunakan obat dari alam (herbal medicine). Hal ini mendorongnya untuk mempelajari banyak literatur, baik dari dalam maupun luar negeri, dari Eropa sampai Cina. Dalam proses belajar inilah ia merasa tertarik untuk memperdalam bahasa Mandarin. Keinginan ini mendapat hambatan karena pada saat itu di pasaran hanya tersedia kamus untuk orang yang telah mampu berbahasa Mandarin, sementara untuk pemula belum tersedia.

Didorong oleh rasa ingin tahu dan hobi memperlajari bahasa asing, keinginan untuk memperdalam bahasa Mandarin pun berkembang menjadi keinginan menyusun sendiri kamus Mandarin yang diperuntukkan bagi para pemula.