Kamus Populer Indonesia - Mandarin

Kamus Populer Indonesia - Mandarin

Author: Y.B. Suharto

Category: Reference & Dictionary

Kamus Populer Indonesia-Mandarin adalah kamus yang bisa digunakan dengan mudah oleh siapa pun, dari awam sampai ilmuwan, dari ibu rumah tangga sampai praktisi ekonomi dan bisnis, teknisi, petugas medis, dll.

Kosakata kamus ini sangat variatif – mulai dari kata-kata yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari sampai istilah ilmu-ilmu dasar, yaitu matematika, fisika, kimia dan biologi. Istilah-istilah khusus di berbagai bidang ilmu lain seperti biokimia, teknik, geografi, arsitektur, sosial, hukum, ekonomi, farmasi, kedokteran, komputer dan teknologi informasi juga disajikan di dalamnya.

Keistimewaan lain kamus ini adalah setiap halaman terdiri atas tiga kolom yang saling berkaitan. Cara penyajian seperti ini memungkinkan para penggunanya untuk meningkatkan penguasaan kosakata dengan cepat, misalnya dengan menutup salah satu kolom lalu menebak dan mencocokkan apa yang ada di dua kolom lainnya.

Kamus ini diterbitkan untuk melengkapi Kamus Populer Mandarin-Indonesia, susunan Y.B. Suharto, yang terbit tahun 2002 dan telah dicetak ulang 4 (empat) kali dalam edisi hard cover.

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-6903-1
Price :
Rp 380,000
Total Pages :
0 pages
Size :
21 x 27
Published :
28 April 2011
Format :
Softcover
Category :
Reference & Dictionary
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Y.B. Suharto

Yohanes Berchmanns Suharto dilahirkan di Bantul, Yogyakarta, 1 November 1946. Suami dari Veronika Warsini ini menamatkan SD pada 1958, SLTP pada 1961, dan SLTA pada 1964. Gelar dokter umum diperolehnya dari Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1972. Sebagai doktor, ia telah memangku berbagai jabatan, antara lain Kepala Puskesmas Alas, Sumbawa (1972-1974), Kepala Puskesmas Muko-Muko, Bengkulu Utara (1974-1977), Direktur RSU Kendal Jawa Tengah (1977-1981), dan Asisten Ahli Radiologi di UDF Radiologi RSUD dr. Moewardi, Surakarta, merangkap sebagai dosen Fakultas Kedokteran UNS, Surakarta (1981-sekarang).

Ayah empat orang anak memiliki koleksi kamus sebanyak kurang lebih 100 macam ini mengalami kontak pertama dengan bahasa Mandarin ketika anak keduanya yang masih kecil jatuh sakit dan harus menjalani pengobatan akupuntur. Kemudian, setelah pindah ke bagian Radiologi RSUD dr. Moewardi, Surakarta, ia menangani terapi untuk penderita kanker dengan menggunakan obat dari alam (herbal medicine). Hal ini mendorongnya untuk mempelajari banyak literatur, baik dari dalam maupun luar negeri, dari Eropa sampai Cina. Dalam proses belajar inilah ia merasa tertarik untuk memperdalam bahasa Mandarin. Keinginan ini mendapat hambatan karena pada saat itu di pasaran hanya tersedia kamus untuk orang yang telah mampu berbahasa Mandarin, sementara untuk pemula belum tersedia.

Didorong oleh rasa ingin tahu dan hobi memperlajari bahasa asing, keinginan untuk memperdalam bahasa Mandarin pun berkembang menjadi keinginan menyusun sendiri kamus Mandarin yang diperuntukkan bagi para pemula.