Let`s Go, Fatimah!

Let`s Go, Fatimah!

Author: Sri Izzati

Category: Classic Books

Ketika Pak Ahmad di-PHK, kehidupan keluarganya jadi serbapas. Itulah sebabnya, seluruh anggota keluarga saling membantu demi menopang kehidupan keluarganya. Fatimah si anak sulung tak lelah berjualan koran dan majalah sepulang sekolah; Bu Ahmad walaupun sedang hamil tua masih berjualan kue dan menerima cucian; Hana dan Mila, anak kedua dan ketiga, membantu pekerjaan rumah tangga di rumah orang-orang kaya; sementara Pak Ahmad terus mencari pekerjaan baru.

Fatimah sering merasa rindu dengan kehidupannya dulu. Saat mereka bisa berjalan-jalan sekeluarga, tidak memusingkan uang SPP, punya banyak boneka, dan sebagainya.

Walaupun sulit, Fatimah tetap baik hati dan berjiwa penolong. Ketika Ine, sahabatnya sakit keras, dia dan Sesil berusaha keras mencari obat mujarab penyembuhnya, termasuk merelakan tabungan yang sudah dikumpulkannya dari hasil kerja keras berjualan koran. Budi baik selalu mendapat pahala. Berkat berkah Allah, Ine sembuh dan kini keluarga Fatimah terlepas dari kesusahan.
Jadi Let`s Go, Fatimah!

No. GM :
0
ISBN :
979-22-1032-6
Price :
Rp 25,000
Total Pages :
0 pages
Size :
13,5 x 20
Published :
22 December 2004
Format :
Softcover
Category :
Classic Books
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Sri Izzati

Nama lengkap teman kita ini Sri Izzati Setyo Soekarsono, tapi biasa dipanggil Izzati. Dia dilahirkan di Bandung, 18 April 1995 dari pasangan Hetty dan Setyo Soekarsono. Izzati anak bungsu dari tiga bersaudara, kakaknya ada dua: Dyah Larasati dan Nur Amalina yang lebih tua sembilan dan delapan tahun. Sekarang Izzati bersekolah di SD Istiqamah, kelas VB.

Hobi Izzati adalah membaca, menulis cerita, menggambar, bermain piano, bermain SIMS, dan bermain bersama teman-teman. Selain bersekolah, dia juga mengikuti les piano dan bahasa Prancis, juga mengaji.

Karya-karyanya yang sudah diterbitkan antara lain Powerful Girls (2003, Akselerasi), Kado untuk Ummi (2004, Mizan Anak), Let`s Bake Cookies (2004, Mizan Anak), tiga artikel di koran Pikiran Rakyat: \\\\\\\"Jumpa Kak Seto\\\\\\\" (rubrik Percil), \\\\\\\"Antre Dong Seperti di Singapura\\\\\\\" (catatan perjalanan, Minggu 22 Februari 2004), \\\\\\\"Sang Atlet Lompat Tinggi\\\\\\\" (rubrik Mari Mengarang asuhan Wilson Nadeak, Minggu 2 April 2004), kemudian cerpen \\\\\\\"Bintang\\\\\\\" di majalah Aku Anak Soleh. Dengan buku pertamanya Powerful Girls, dia memperoleh penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penulis novel termuda di Indonesia.

Kalau teman-teman mau berkirim surat dengan Izzati silakan alamatkan ke e-mail: sri_izzati@yahoo.co.uk