Cokelat Postmortem

Cokelat Postmortem

Author: Prof. Etty Indriati, Ph.D

Category: Mysteries & Thrillers

Kepolisian Baga dan Lembaga Korban Pembunuhan (LKP) melalui Rumah Sakit Tilaga mengirimkan 50 rangka korban pembunuhan massal yang dikubur 34 tahun silam, yang baru digali di hutan, kepada Dr. Anita. Identifikasi rangka-rangka ini terutama untuk mencari Su, laki-laki satu di antara 50 rangka. Atas permintaan dan biaya anak tunggalnya dan LKP, Su digali untuk dimakamkan kembali di sisi makam istrinya dalam upacara nyewu atau seribu hari kematian istrinya. Namun Dr. Anita terpana: di antara puluhan fragmen tulang abu-abu kekuningan, ada potongan-potongan rangka berbeda warna: cokelat tua, lebih berat, lebih padat, lebih basah, dan mengandung pasir. Padahal kandungan tanah rangka lainnya bertekstur lempung. Dua lingkungan yang berbeda! Dan pola fraktur yang runcing-runcing mengingatkan pada kasus multiple fractures falling from height yang ditanganinya semasa kuliah di Chicago.

Dr. Anita merasakan pahit di kerongkongannya.
Cokelat dibunuh? Mayatnya dipindahkan? Jatuh dari ketinggian? Siapakah pemilik rangka berwarna cokelat ini? Apakah ia betul dibunuh? Siapa pembunuhnya? Mengapa ia berada di hutan?

Percintaan dan kisah hidupnya sendiri membawa Dr. Anita pada jawaban-jawaban atas pertanyaannya.

No. GM :
0
ISBN :
979-22-1256-6
Price :
Rp 35,000
Total Pages :
0 pages
Size :
14 x 21
Published :
16 March 2005
Format :
Soft Cover
Category :
Mysteries & Thrillers
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Prof. Etty Indriati, Ph.D

Etty Indriati, Ph.D., adalah Fulbright scholar—doktor dalam bidang antropologi alumni The University of Chicago di Amerika Serikat. Ia juga dokter dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sejak tahun 1989 hingga 2013, Etty mengajar sebagai dosen di Fakultas Kedokteran UGM dan mendapat penghargaan Satya Lencana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia atas pengabdiannya itu. Pada tahun 2005, UGM mengukuhkannya sebagai Guru Besar. Tahun 2012 ia menjadi Direktur Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan Nasional dan membantu Indonesia menyukseskan nominasi subak menjadi Warisan Dunia oleh UNESCO, dalam rapat World Heritage di St. Petersburg. Ia juga membantu berbagai kasus identifikasi korban bencana di Indonesia dalam tim Nasional Disaster Victim Identification.

Lebih dari 20 buku telah ditulisnya, baik dalam bahasa Indonesia maupun Inggris, antara lain Batik Wearable Art on Cloth, novel Cokelat Postmortem, Menulis Karya Ilmiah, Anakku Aman Anakku Sayang, Pola dan Akar Korupsi, Strategi Hindari Plagiarisme, Sangiran Situs Manusia Purba Indonesia, dan Antropologi Forensik.

Selain mengoleksi tenun Sumba, Etty juga mengoleksi batik. Koleksi batik Etty dipamerkan di Art Institute of Chicago bersama dengan koleksi museum selama lima bulan dari April sampai September 2017 dalam pameran Batik: Textile of Java. Sejak 2017, Etty menjadi anggota kehormatan Komisi Tekstil di Art Institute of Chicago. Buku ini merupakan buku kedua dari rencana tiga buku tenun Sumba yang ditulisnya. Buku pertama Beri Daku Tenun Sumba diterbitkan tahun 2016 oleh Hexart-Duta Galery Kemang, Jakarta.