Berbekal Seribu Akal Pemerintahan dengan Logika : Sari Pati Pidato Wapres Jusuf Kalla

Berbekal Seribu Akal Pemerintahan dengan Logika : Sari Pati Pidato Wapres Jusuf Kalla

Author: Tomi Lebang

Category: Culture

Buku ini merupakan percikan pemikiran Muhammad Jusuf Kalla dalam berbagai langkah kebijakannya di dalam masa kepemimpinannya sebagai wakil presiden. Buku ini dapat menjadi pijakan refleksi sekaligus rujukan dalam melihat berbagai kebijakan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla di bidang pembangunan politik, ekonomi, sosial, keagamaan, dan budaya. Termasuk pula segala kebijakan Wapres lainnya, khususnya kebijakan yang tidak populis seperti kenaikan BBM, impor beras, Ujian Akhir Nasional, dan lain-lain.

Buku ini signifikan sebagai kajian komunikasi politik yang komprehensit mengingat aspek yang dicakupnya meliputi atmosfer politik di istana, politik, ekonomi, pendidikan, kesejahteraan rakyat, terorisme, budaya, lingkungan, gerakan mahasiswa, bencana alam, dan sebagainya.

--Effendi Gazali, Ph.D. MPS ID

Koordinator Program Master Komunikasi Politik UI


Buku kebijakan Wapres JK ini menjadi \"modal sosial-politik\" masyarakat dalam melakukan penilaian dan kontrol terhadap kepemimpinan Wapres JK.

--Prof. Dr. Azyumardi Azra

Guru Besar Sejarah dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

No. GM :
0
ISBN :
979-22-2450-5
Price :
Rp 105,000
Total Pages :
0 pages
Size :
15 x 23
Published :
07 November 2006
Format :
Softcover
Category :
Culture
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Tomi Lebang

lahir pada 1972 di Mambi, kampung kecil di pegunungan Sulawesi Barat, yang belum dijejak kendaraan roda empat sampai tahun 1987. Ia baru meninggalkan Mambi pada saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Setamat SMA Negeri 1 Makassar, Sulawesi Selatan pada 1991, ia mebgambil kuliah di Jurusan Teknik Mesin, Universitas Hasanuddin dan lulus pada 1998. Di tahun 2003-2004, ia mengambil kursus penulisan kreatif di Goldsmiths College, University of London, Inggris. Ia juga sempat mengikuti pendidikan singkat tentang hak asasi di Montreal, Kanada sepanjang bulan Mei 2006.

Sejak mahasiswa, ia telah menjadi wartawan di kota makassar, sebagai koresponden media ibukota seperti Media Indonesia Minggu, TEMPO Interaktif dan Majalah D dan R. Setamat kuliah, ia langsung bergabung dengan Majalah TEMPO yang terbit kembali setelah empat tahun dibredel. Ia menjadi wartawan di majalah ini sampai tahun 2003. Kendati tidak lagi menjadi wartawan, saat ini Tomi Lebang bekerja paruh waktu dibeberapa tempat di Jakarta, sebagai penulis dan konsultan media.