Kota Gede: Life Between Walls

Kota Gede: Life Between Walls

Author: Bambang Tri Atmojo

Category: Culture

Mendayagunakan lebih dari tiga ratus frame foto (yang diambil dari tahun 1999 hingga 2006), diiringi uraian verbal berbahasa Inggris dengan diksi yang mengasyikkan, buku ini mengajak pembaca berjalan-jalan menyusuri labirin ruang-ruang di Kotagede sekaligus menerobos lapisan-lapisan peristiwa yang bertumpuk-tumpuk di dalamnya.
Buku ini memotret, secara visual maupun verbal, kehadiran orang-orang yang memproduksi makna pada lingkungan fisik melalui serangkaian peristiwa yang mereka jalani sehari-hari. Juga menggarisbawahi kejadian masa kini (dari sudut-sudutnya yang lunak, bukan dari sisi-sisi keras dan kelam) serta meletakkannya dalam lorong pemahaman sejarah dan budaya yang lebih luas.

Buku ini berhasil menghadirkan telaah mengenai kawasan bersejarah tanpa terjerembab dalam rekonstruksi sejarah yang menjemukan dan uraian arsitektur yang berlumur jargon. Dengan banyak foto dan rangkaian tulisan yang memikat, buku ini bercerita secara komunikatif tanpa harus menjadi fancy layaknya buku-buku masa kini yang semakin bersifat multimedia. Kekuatan riset dan kemahiran bertuturnya membuat buku ini memberi banyak inspirasi, bahkan bagi para akademisi dan penggiat pelestarian.---Nowo Yuliarso, arsitek

No. GM :
0
ISBN :
979-22-2547-1
Price :
Rp 185,000
Total Pages :
0 pages
Size :
24 x 24
Published :
19 June 2007
Format :
Softcover
Category :
Culture
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Bambang Tri Atmojo

Graduated from the Department of Photography of the Indonesian Institute of Fine Art, Yogyakarta,
he is a member of Association of Professional Photographers in Yogyakarta and established
Srengenge and Duotone photographic studios. He has presented his photographic works in many
exhibitions including \\\\\\\"Behind Old Building\\\\\\\" (2002), \\\\\\\"Publicspace of Jogja\\\\\\\" (2004) and Jogja Art Relief
Project, \\\\\\\"A Charity Photo Exhibition\\\\\\\", Vanessa Artlink, Jakarta (2006) and also contributed his
photographs for 250thAnniversaryof Yogyakarta.