Buah Hati Sang Dokter

Buah Hati Sang Dokter

Author: Sarah Morgan

Category: Harlequin

Sebagai dokter, Alexander Westerling dikenal tangguh, berdedikasi, dan profesional. Namun ia juga tersohor sebagai aristokrat playboy yang foto-fotonya dengan wanita-wanita cantik sering menghiasi majalah-majalah elite London. Alex terbiasa berhadapan dengan para wanita yang menggunakan berbagai taktik untuk mendekatinya. Jadi ketika Jenny Phillips mengklaim bahwa bayi yang dibawanya, Daisy, sebagai anak Alex dengan mendiang adik Jenny, Alex curiga wanita itu memendam motif terselubung.

Membuat masalah semakin rumit, Jenny memutuskan untuk tinggal di rumah Alex dan bekerja di rumah sakit yang sama dengan Alex sembari menunggu hasil penyelidikan terhadap siapa ayah Daisy sebenarnya. Jenny lalu mengubah rumah Alex yang tipikal rumah pria lajang, menjadi hunian yang kental nuansa keluarga. Dan tahu-tahu, Alex mendapati dirinya mengganti popok bayi dan melakukan hal-hal yang dulu membuatnya sangat alergi. Benarkah Alex merasa terganggu dengan semua itu, atau ia justru menikmati peran barunya?

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-4681-0
Price :
Rp 33,000
Total Pages :
0 pages
Size :
11 x 18
Published :
11 June 2009
Format :
Softcover
Category :
Harlequin
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Sarah Morgan

Sarah lahir di Wiltshire dan mulai menulis ketika berusia delapan tahun. Karyanya saat itu berupa biografi hamster peliharaanya. Pada usia 18 tahun, dia pergi ke London untuk mengikuti pelatihan sebagai suster di salah satu rumah sakit di London dan dia mendeskripsikan saat itu sebagai masa-masa yang penuh kebahagiaan! Dia mengaku paling suka bagian UGD, karena merasa pekerjaan di sana sangat menantang dan menyenangkan. Saat ini, ketertarikan Sarah telah berganti dari hamster ke pria, dan dia mulai menulis fiksi romantis. Naskah lengkap pertamanya, ditulis setelah kelahiran anak pertamanya, ditolak oleh Mills and Boon, tapi mendapat komentar sangat positif. Jadi, Sarah mencoba lagi dan setelah tiga kali mencoba dia akhirnya berhasil. Naskahnya yang berjudul Worth The Risk diterima tanpa perubahan. Dia mendeskripsikan surat penerimaan itu sebagai hal terbaik dalam hidupnya setelah bertemu suami dan melahirkan kedua anaknya. Sarah masih bekerja paruh waktu di bidang yang berhubungan dengan kesehatan dan menghabiskan sisa waktunya bersama keluarga serta berusaha menyelipkan kegiatan menulis kapan pun dia bisa.