Mindset Therapy

Mindset Therapy

Author: Andrias Harefa

Category: Self-Improvement

Setelah sukses mempopulerkan kata \"pembelajar\" dan \"pembelajaran\" melalui bukunya Menjadi Manusia Pembelajar (tahun 2000), kali ini Andrias kembali menyuguhkan hasil pergumulannya mengenai soal \"belajar\" itu sendiri. Ternyata proses belajar tak cukup cuma mengumpulkan informasi, pengetahuan dan keterampilan. Itu baru proses learn (mendapatkan-memperoleh-mengumpulkan: konstruksi). Bila itu sudah terjadi atau selesai, Anda memang menjadi ahli, tapi Anda akan berhenti berkembang, stagnan, tak ubahnya seperti sebuah konstruksi bangunan apabila Anda tidak beranjak ke proses belajar selanjutnya

Bila Anda sudah mempelajari sesuatu, hal itu perlu di-unlearn (ditinggalkan-dilepaskan-dibuang: dekonstruksi). Kenapa? Supaya Anda bisa menemukan sesuatu yang baru terus-menerus, ilmu dan keterampilan Anda diperbarui dari waktu ke waktu. Tanpa itu, orang akan berpuas diri dengan apa yang ada pada dirinya.

Setelah proses unlearn, Anda harus menjalani tahap berikutnya: re-learn (belajar lagi dan lagi). Inilah yang orang sebut on going formation---pembelajaran terus-menerus. Proses inilah yang melahirkan para penemu dan pembaharu dunia dalam berbagai disiplin ilmu dan kehidupan.

Buku ini akan mencerahkan siapa saja yang membacanya, guru dan murid, pengajar dan pembelajar, praktisi di bidang human resources, trainer, konsultan, pembicara publik, dll. Buku ini juga akan sangat membantu para orangtua dalam mendampingi proses belajar anak-anak mereka.

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-5721-2
Price :
Rp 40,000
Total Pages :
0 pages
Size :
14 x 21
Published :
04 May 2010
Format :
Softcover
Category :
Self-Improvement
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Andrias Harefa

Andrias Harefa dilahirkan di Curup, 6 September 1964. Drop Out dari Fakultas Hukum UGM, ia memulai kariernya sebagai jurnalis independen (1987-1989) dan kemudian sempat berkarier sebagai HRD Consultant dilingkungan Dale Carnegie Training Indonesia (1990-1998). Kemudian ia memutuskan untuk mendedikasikan hidupnya dalam bidang pembelajaran, kepemimpinan, dan kewirausahawan. Sejak September 1998 hingga kini, bermodalkan ide-ide keatif, ia ia telah menuliska 20-an buku di tiga bidang pengabdiannya itu, dan separuhnya masuk kategori best seller. Salah satu cita-citanya adalah menuliskan 100 buku sebagai warisan bagi generasi penggantinya kelak.