Sebagai salah satu anak panah Muhammadiyah, Syafii siap ditempatkan di daerah mana pun untuk mengabdi kepada tanah air. Ia ditugaskan untuk mengajar sekolah dasar di Lombok Timur, menjadi guru di sebuah desa yang sepi. Kehidupan yang sederhana ia jalani dengan sabar di daerah yang sangat indah itu. Namun kerinduan akan kampung halaman membuatnya pulang setelah lima tahun ia merantau. Selama di kampung, Pi`i---nama panggilan Syafii---menemukan bahwa takdirnya adalah untuk merantau dan mencari ilmu setinggi-tingginya. Ia pun kembali ke tanah Jawa untuk kuliah di Surakarta. Karena impitan ekonomi, Pi`i menjalani kuliah sambil bekerja. Ia melakoni pekerjaan apa saja yang halal. Ia pernah menjadi guru mengaji, tukang besi, penjaga toko kain, bahkan penjual ayam. Sementara itu, banyak perempuan tertarik pada ketampanan Pi`i. Sikap acuh tak acuhnya justru menjadi daya tarik bagi mereka. Bahkan sampai ada seorang perempuan yang begitu agresif sampai menimbulkan fitnah di kemudian hari. Namun Pii yang bertekad baja untuk berhasil tidak sedikit pun membuka hatinya. Sampai ia kemudian dijodohkan dengan anak saudagar kaya dari ranah Minang. Perjodohan itu pun berlanjut ke pernikahan. Setelah menikah, ternyata hidup tak menjadi lebih ramah. Kesulitan dan penderitaan bahkan sempat memisahkan Pi`i dari istri dan anaknya. Ketika hidup mulai terasa lebih mudah, sebuah berita mengejutkan telah menanti Pi`i di Padang.
Damien Dematra adalah seorang novelis, penulis skenario, sutradara, produser, fotografer internasional, dan pelukis. Ia telah menulis 81 novel dan buku dalam bahasa Inggris dan Indonesia, 62 skenario film dan serial televisi, dan memproduksi 32 film dalam berbagai genre, di antaranya adalah film Obama Anak Menteng yang telah beredar secara internasional, dan film Si Anak Kampoeng yang telah meraih banyak penghargaan international, film Dream Obama yang telah memecahkan rekor dunia, dan film L4 Lupus.
Sebagai fotografer, ia memperoleh dua gelar tertinggi fotografi:fellowship di bidang Portraiture dan Art Photography dari Master Photographer Association, dan berbagai penghargaan internasional, di antaranya International Master Photographer of the Year.
Sebagai pelukis, Damien Dematra telah menghasilkan ribuan karya lukis dan sketsa, di antaranya 365 lukisan yang diselesaikan dalam waktu 1 tahun. Salah satu lukisannya tentang Obama, telah diterima secara resmi oleh Presiden Barack Obama di White House.
Profil dan karya-karyanya telah diangkat oleh berbagai media internasional, di antaranya Time, CNN,The Wall Street Journal, BBC, AP, AFP, Reuters,USA Today, ABC, New York Times, Washington Post, Los Angeles Times, Channel News Asia, Al Jazeera TV, NHK Japan, KBS Korea, TV3 Malaysia, Iran TV dan lain-lain.
Damien saat ini memegang 9 rekor dunia: sebagai penulis tercepat di dunia, penulis novel yang diterbitkan tercepat di dunia, fotografer tercepat di dunia, pelukis tercepat di dunia, penulis buku tertebal di dunia, pembuat film tercepat di dunia dari skenario sampai premier dalam 9 hari 17 jam dan 45 menit, dll.
Damien Dematra aktif sebagai Koordinator Nasional Gerakan Peduli Pluralisme (GPP) yang website-nya dapat dilihat di www.gerakanpedulipluralisme.com. Ia juga adalah Ketua Gerakan Nasional Menulis (GNM) yang website-nya dapat dilihat di www.gerakannasionalmenulis.com.
Sebagian karya-karyanya dapat dilihat di: www.damiendematra.com, Facebook: Damien Dematra, dan Twitter: @damiendematra.
Buku-buku dan novel karya Damien Dematra yang telah diterbitkan di Indonesia di antaranya adalah Kartosoewirjo: Pahlawan atau Teroris?, Ramadhan untuk Sakinah, L4 Lupus, Surat untuk Tuhan, Mahaguru, Menulis Itu Gampang, Kopiah Gus Dur, Obama & Pluralism, Dear President Obama, Messages to President Obama, Bulan di Atas Ka’bah, Obama & Me, Kata Mereka Aku Kafir, Mama Aku Harus Pergi, New York, Selusin Ramadhan Setahun, Kau Bakar Aku Bakar, Yogyakarta, Obama dari Asisi, Ketika Aku Menyentuh Awan, Obama Anak Menteng, Si Anak Kampoeng, sebuah novel yang diangkat berdasarkan kisah nyata Buya Syafii Maarif, Sejuta Doa untuk Gus Dur, Sejuta Hati untuk Gus Dur, Ternyata Aku Sudah Islam, novel yang terinspirasi kisah nyata grup musik Debu, Demi Allah, Aku Jadi Teroris; Tuhan, Jangan Pisahkan Kami; Soulmate—Belahan Jiwa, Angels of Death—Kumpulan Kisah Malaikat Maut, If Only I Could Hear—Kisah Suara Hati.
Karya-karya Damien Dematra dalam bahasa Inggris terbitan publisher Amerika Serikat dapat diakses di Amazon, Kindle, Apple apps, dan berbagai toko buku internasional.