Membangun Tanpa Banyak Kata: Kepemimpinan Sunyi Ishak Hasan
Author: Rahmad Syah Putra, Yuhdi Fahrimal
Category: Biography
Apa yang sesungguhnya kita cari ketika membaca kisah pimpinan universitas: jabatan, prestasi, atau visi pembangunannya? Apakah kepemimpinan diukur hanya dari capaian administratif, atau justru dari bagaimana visi, nilai, dan dedikasi menggerakkan perubahan?
Membangun Tanpa Banyak Kata: Kepemimpinan Sunyi Ishak Hasan mengajak pembaca menelusuri pertanyaan-pertanyaan itu. Melalui kepemimpinan Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., tampak bagaimana kepemimpinan tumbuh dari kejernihan berpikir, komitmen pada potensi lokal dan kemajuan masyarakat, serta kerja-kerja yang konsisten.
***
“Saya menyambut baik terbitnya buku ini. Di tengah transformasi besar pendidikan tinggi nasional, kita memerlukan lebih banyak narasi yang merekam praktik baik (best practices) kepemimpinan perguruan tinggi, terutama dari kampus-kampus yang berada di luar pusat-pusat metropolitan.” —Prof. Stella Christie, Ph.D., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia
“Buku ini menjadi pengingat bahwa membangun universitas adalah kerja kolektif. Tidak ada satu tokoh yang berdiri sendiri. Namun, dalam mozaik besar perjuangan UTU, Ishak Hasan memiliki tempat istimewa sebagai penjaga kesinambungan dan penguatan institusi.” —Drs. Alfian Ibrahim, M.S., Rektor Pertama Universitas Teuku Umar
“Saya mengenal Prof. Ishak Hasan sebagai sosok akademisi yang memiliki ketekunan, visi yang terarah, dan komitmen kuat terhadap pengembangan institusi: tata kelola, sumber daya manusia, dan arah strategis kampus.” —Tarmizi, S.P. M.M., Bupati Aceh Barat
“Di bawah kepemimpinan Pak Ishak Hasan, saya melihat upaya serius untuk mengarahkan kampus agar lebih responsif terhadap kebutuhan daerah. Visi pengembangan berbasis agro dan kelautan menjadi langkah strategis yang sangat sesuai dengan karakter wilayah kami.” —Dr. Safaruddin, S.Sos., M.S.P., Bupati Aceh Barat Daya