Robohnya Surau Kami

Robohnya Surau Kami

Author: A.A. Navis

Category: Short Stories

Cetakan keenambelas. Ganti kover.

Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis adalah salah satu masterpiece sastra Indonesia. Dalam cerpen yang berjudul sama, dikisahkan berdialoglah Tuhan dengan Haji Saleh, seorang yang seumur hidupnya hanya beribadah dan beribadah:

\"... kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kau biarkan orang lain yang mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menipu, saling memeras. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadah saja, karena beribadah tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang. Sedang aku menyuruh engkau semuanya beramal di samping beribadah. Bagaimana engkau bisa beramal kalau engkau miskin. Engkau kira aku ini suka pujian, mabuk disembah saja, hingga kerjamu lain tidak memuji-muji dan menyembahku saja. Tidak...\"

Karya ini mengemukakan pemikiran kritis A.A. Navis yang dapat diambil hikmah dan manfaatnya bagi kehidupan beragama dan bermasyarakat di Indonesia.

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-6129-5
Price :
Rp 25,000
Total Pages :
0 pages
Size :
14 x 21
Published :
07 September 2010
Format :
Softcover
Category :
Short Stories
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
A.A. Navis

Ali Akbar Navis atau yang lebih dikenal publik dengan sebutan A.A. Navis lahir di Padang Panjang pada tanggal 17 November 1924.

Navis belajar di INS Kayutanam dari tahun 1932 sampai 1943. Sejak tahun 1968 kembali mengabdi untuk lembaga pendidikan yang didirikan oleh Muhammad Syafei itu. Lebih dari 20 buku sudah dihasilkan olehnya. Mulai dari kumpulan cerpen, puisi, novel, kumpulan esai, hingga penulisan biografi dan otobiografi. Pada tahun 1956, ia menulis kumpulan cerpen Robohnya Surau Kami yang merupakan karya monumental dalam dunia sastra Indonesia. Tiga bukunya yang diterbitkan Gramedia adalah kumpulan cerpen Robohnya Surau Kami, Bertanya Kerbau pada Pedati dan Novel Saraswati.