Sebelas Menit

Sebelas Menit

Author: Paulo Coelho

Category: Amore

Demikianlah anggapan Maria, gadis Brazil yang sejak remaja begitu yakin tak akan pernah menemukan cinta sejati dalam hidupnya. Seseorang yang ditemuinya secara kebetulan di Rio de Janeiro berjanji akan menjadikannya aktris terkenal di Swiss, namun janji itu ternyata kosong belaka. Kenyataannya, dia mesti menjual diri untuk bertahan hidup, dan dengan sepenuh kesadaran dia memilih untuk menjalani profesi sebagai pelacur. Pekerjaan ini semakin menjauhkannya dari cinta sejati.

Namun ketika seorang pelukis muda memasuki hidupnya, tameng-tameng emosional Maria pun diuji. Dia mesti memilih antara terus menjalani kehidupan gelap itu, atau mempertaruhkan segalanya demi menemukan "cahaya di dalam dirinya". Mampukah dia beralih dari sekadar penyatuan fisik ke penyatuan dua pikiran atau bahkan dua jiwa---ke suatu tempat di mana seks merupakan sesuatu yang sakral?

Dalam novel yang sungguh berbeda ini, Paulo Coelho menantang segala prasangka kita, membuka pikiran kita, dan membuat kita benar-benar terperangah.

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-6835-5
Price :
Rp 55,000
Total Pages :
0 pages
Size :
13.5 x 20
Published :
14 April 2011
Format :
Softcover
Category :
Amore
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Paulo Coelho

Paulo Coelho dilahirkan di Brazil dan merupakan salah satu pengarang yang karya-karyanya paling banyak dibaca di dunia. Buku-buku karyanya telah terjual lebih dari 130 juta copy di seluruh dunia, dan telah diterjemahkan ke dalam 71 bahasa, di lebih dari 160 negara.



Paulo Coelho telah menerima banyak penghargaan internasioal yang bergengsi, di antaranya Crystal Award dari World Economic Forum dan Legion d\\\\\\\'Honneur dari Prancis. Pada tahun 2009 Paulo Coelho menerima Guinness World Record sebagai Pengarang yang Paling Banyak Diterjemahkan untuk buku yang sama: Sang Alkemis. Karya-karya Paulo Coelho telah memberikan inspirasi bagi banyak bangsa di dunia.



Website:


paulocoelho.com/


www.santjordi-asociados.com/titles.htm

Blog: paulocoelhoblog.com/

Twitter: @paulocoelho



Foto oleh Paul Macleod