Iblis dan Miss Prym

Iblis dan Miss Prym

Author: Paulo Coelho

Category: Amore

Seorang laki-laki asing tiba di Viscos. Ia menganggap desa terpencil yang nyaris hancur itu tempat yang sempurna untuk memukan jawaban yang dicari-carinya, yaitu apakah pada hakikatnya manusia baik atau jahat? Untuk membuktikan jawabannya, orang asing itu bertekad mengerahkan segenap kelihaiannya, namun ia membutuhkan seseorang untuk menolongnya. Maka ia memilih Chantal, gadis yatim-piatu miskin yang sangat ingin meninggalkan Viscos. Tawaran orang asing itu akan mengubah hidup Chantal selama-lamanya, namun sebagai gantinya, ia harus mengkhianati nilai-nilai yang diyakininya. Chantal dilanda perang batin, dan sebagaimana yang terjadi dalam diri setiap manusia, iblis dan malaikat bertarung alot di dalam hatinya. Siapakah akhirnya yang akan memenangkan hati gadis itu? Malaikatkah, atau iblis? Sebab jika iblis menang, meskipun hanya di desa kecil yang nyaris terlupakan seperti Viscos, kemenangannya akan menyebar ke lembah, daerah, seluruh negeri, benua, tujuh samudra, dan akhirnya ke seluruh dunia.

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-6834-8
Price :
Rp 40,000
Total Pages :
0 pages
Size :
13.5 x 20
Published :
05 May 2011
Format :
Softcover
Category :
Amore
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Paulo Coelho

Paulo Coelho dilahirkan di Brazil dan merupakan salah satu pengarang yang karya-karyanya paling banyak dibaca di dunia. Buku-buku karyanya telah terjual lebih dari 130 juta copy di seluruh dunia, dan telah diterjemahkan ke dalam 71 bahasa, di lebih dari 160 negara.



Paulo Coelho telah menerima banyak penghargaan internasioal yang bergengsi, di antaranya Crystal Award dari World Economic Forum dan Legion d\\\\\\\'Honneur dari Prancis. Pada tahun 2009 Paulo Coelho menerima Guinness World Record sebagai Pengarang yang Paling Banyak Diterjemahkan untuk buku yang sama: Sang Alkemis. Karya-karya Paulo Coelho telah memberikan inspirasi bagi banyak bangsa di dunia.



Website:


paulocoelho.com/


www.santjordi-asociados.com/titles.htm

Blog: paulocoelhoblog.com/

Twitter: @paulocoelho



Foto oleh Paul Macleod