Wajah Terakhir

Wajah Terakhir

Author: Mona Sylviana

Category: Amore

Mata Mona tajam melihat hal-hal sehari-hari yang seringkali luput dari pengamatan. Pada saat yang sama cerpen-cerpennya juga tidak malu-malu memuntahkan tabu dan abjek, termasuk hasrat membunuh, keraguan pada agama, dan borok-borok dalam keseharian kita, termasuk dalam diri orang-orang terhormat.
(Aquarini P. Prabasmoro, staf pengajar jurusan Sastra Inggris Fasa Unpad)

Kita pembaca dihadapkan dengan dunia yang kita—sekurang-kurangnya sebagian besar dari kita—tidak kenal; dan kita dibuat kaget dengan penjelasan yang terperinci mengenai betapa mesum dan jijiknya dunia tersebut. Dengan sengaja Mona menggunakan gaya sastra yang disebut “dirty realism”—pendekatan realistis yang mengutamakan hal-hal menjijikkan sengaja untuk mendongkrak pembaca dari rasa puas diri sambil membaca fiksi hiburan.
(C.W. Watson, profesor di University of Kent, Inggris)

Jangan berharap menemukan protagonis yang identik dengan hero atau heroin dalam cerita-cerita ini. Mereka tampil ‘cacat’, seperti karakter di film-film Lynch dan karena itu terasa sangat nyata dan ‘gelap’.
(Linda Christanty, penulis)

Saya bersyukur bahwa Mona melanjutkan tradisi susastra yang bersungguh-sungguh, sabar, dan cermat, tanpa kehilangan kehalusan sekaligus keliarannya dalam kebebasan penulisan.
(Seno Gumira Ajidarma, penulis)

Lewat antologi cerpen ini Mona membuktikan bahwa menulis itu bukan sekadar memerlukan kemampuan mendeskripsikan pikiran, melainkan juga cara mengolah pikiran itu.
(Nana Suryana Sobarie, peminat buku)

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-7443-1
Price :
Rp 35,000
Total Pages :
0 pages
Size :
13.5 x 20
Published :
11 August 2011
Format :
Softcover
Category :
Amore
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Mona Sylviana

History from this author net available at this momments. Please contact admin, so we can update the data. Thankyou :)