Pramoedya Menggugat: Melacak Jejak Indonesia

Pramoedya Menggugat: Melacak Jejak Indonesia

Author: Prof. Koh Young Hun

Category: Culture

“Sudah saya menulis apa yang ingin saya tulis. Sudah saya punya apa yang ingin saya punya.” —Pramoedya Ananta Toer

Itulah ucapan Pramoedya pada Februari 2006, dua bulan sebelum ia meninggal dunia, kepada penulis buku ini, Prof. Koh Young Hun. Ungkapan yang sederhana itu menunjukkan falsafah dan sikap Pramoedya yang dipegangnya. Dia tidak tamak akan harta dan sastra. Sikap Pramoedya ini berbeda dengan sejumlah sastrawan yang tetap ingin menghasilkan karya sastranya walaupun kualitasnya sudah surut.

Buku ini menganalisis dan menguraikan dunia Pramoedya melalui karya-karyanya. Kedalaman makna, keunggulan, dan pesan tematik novel Pramoedya seperti tetralogi Bumi Manusia, Arus Balik, Arok Dedes, dan Gadis Pantai dikupas dengan penuh pertanggungjawaban. Penulis mengungkap cara pandang Pram terhadap keindonesiaan dengan lugas dan tajam. Dilengkapi sumber data, dokumen, dan teori sastra mutakhir, buku ini menjadi bacaan yang penting bagi pecinta karya-karya Pramoedya.

Pramoedya adalah novelis yang tidak hanya mewakili Indonesia, melainkan juga seorang sastrawan yang mewakili kawasan Asia. Pramoedya memang telah pergi dari sisi kita. Walaupun demikian, ia  tetap bersama kita dengan anak rohaninya, karya-karyanya yang monumental.

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-7505-6
Price :
Rp 75,000
Total Pages :
0 pages
Size :
14 x 21
Published :
29 December 2011
Format :
Softcover
Category :
Culture
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Prof. Koh Young Hun

Prof. Koh Young Hun adalah staf pengajar di Dept. of Malay-Indonesian Studies, Hankuk University of Foreign Studies(HUFS), Seoul, Korea; meraih gelar doktor (Ph.D) dalam bidang sastra Indonesia dari University of Malaya (1994), Kuala Lumpur, dengan tesis berjudul “Pemikiran Pramoedya Ananta Toer dalam Novel-Novel Mutakhirnya”; aktif meneliti mengenai sastra Indonesia; makalah-makalahnya antara lain, “Aspek Kesejarahan yang Tersirat dalam Arok Dedes” dan “Budaya Jawa dalam Beberapa Novel Pramoedya”.

Prof. Koh pernah mengajar bahasa Korea di Universitas Nasional, Jakarta (1988-1990), di Universiti Kebangsaan Malaysia (1991-1993). Pernah menjabat deputy chairman of Korea Association of Malay -Indonesian Studies (KAMIS), dan chairman of Pusat Budaya Indonesia, Seoul. Pada tahun 2007, beliau menerbitkan cerpen-cerpen Korea yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia berjudul Laut dan Kupu-Kupu.