Lauh Mahfuz

Lauh Mahfuz

Author: Nugroho Suksmanto

Category: Amore

Ketika keyakinan membelenggu, tanpa sadar memandang agama sebagai tiran, manusia sering lupa, bahwa Tuhan adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang tak akan memenjarakan ciptaan-Nya dengan jeruji keyakinan dan sekat agama.

Kebebasan adalah esensi kehidupan insan merdeka yang memacu mengembangkan akalnya menggapai masa depan, meraih kemenangan. Sementara, perasaan romantis adalah sebuah realitas kepekaan jiwa, yang membuahkan kerinduan akan kemurnian dan kesalehan hidup masa silam, yang membawa kebahagiaan.

Haruskah dua orientasi dan pandangan ini dijadikan pertentangan, ataukah dapat disikapi dan dihadapi sebagai suatu keniscayaan? Dapatkah sekelompok orang mengklaim surga hanya miliknya dan tidak menyisakan bagi kelompok kepercayaan lain?

Alangkah indahnya manakala kita dapat melupakan perbedaan yang menumbuhkan permusuhan, dan bersatu pada hal-hal yang disepakati, yang membuahkan kerukunan. Dan tatkala Tuhan mempersatukan dengan cinta, bolehkah dipisahkan oleh tangan-tangan manusia?

Ketika masyarakat telah sebegitu jauh terseret dalam pertentangan dan permusuhan, yang mengusik keheningan alam, hingga bumi bereaksi mengancam akan menghadirkan bencana, haruskah manusia hanya larut dalam doa? Mungkinkah manusia berikhtiar mengubah catatan Tuhan di kitab-Nya yang terpelihara, untuk menghindari terjadinya malapetaka?

Novel ini sebuah imajinasi dan eksplorasi ke arah sana.

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-8744-8
Price :
Rp 75,000
Total Pages :
0 pages
Size :
14 x 21
Published :
06 September 2012
Format :
Softcover
Category :
Amore
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Nugroho Suksmanto

Nugroho Suksmanto lahir di Semarang, 12 November 1952 di perbatasan kawasan Pendrikan dan Kampung Magersari. Ia menempuh pendidikan di SD Pendrikan Tengah III, SMP 1, SMA 1 Semarang, dan meraih gelar insinyur dari Jurusan Arsitektur ITB, serta melanjutkan studi di University of Southern California, Amerika Serikat. Selain menulis kumpulan cerpen Petualangan Celana Dalam, Impian Perawan, ia juga menulis anekdot Renung Canda Pelawak Bersorban, dan kumpulan puisi Anak Mencari Tuhan. Ia juga tengah menyelesaikan telaah populer tentang Alquran dan cerita-cerita mini kehidupan keseharian. Pengusaha yang suka berkesenian ini tinggal di Jakarta.