Kaskus: Ken Dean Lawadinata

Kaskus: Ken Dean Lawadinata

Author: Alberthiene Endah

Category: Self-Improvement

Kaskus tak pernah diniatkan jadi bisnis besar oleh pendirinya, Andrew Darwis. Tapi Ken Dean Lawadinata, mampu melihat masa depan dahsyat situs ini. Inilah kisah sangat menarik anak muda nekad yang mempertaruhkan banyak hal demi membuktikan apa yang diyakininya. Bahwa Kaskus bisa menjadi bisnis luar biasa!

Siapa bisa menampik realitas sukses Kaskus saat ini? Salah satu situs terbesar di Indonesia yang dikunjungi oleh jutaan pengunjung saban hari. Berbagai kisah tentang sukses Kaskus telah banyak diketahui orang. Banyak sudah yang tahu siapa bidan Kaskus. Tak lain adalah Andrew Darwis yang membuatnya pertama kali sebagai tugas kampus saat ia kuliah di Seattle pada 1999.

Tapi tak banyak orang tahu, bagaimana Kaskus bisa berkembang sedahsyat ini. Bagaimana situs yang semula hanya diisi segelintir iklan kemudian berkembang jadi sebuah bisnis online yang fenomenal dengan aset besar. Adalah Ken Dean Lawadinata, sepupu Andrew, yang melihat potensi masa depan Kaskus pada 2004, saat ia juga kuliah di Seattle.

Setelah itu? Mulailah perjalanan Ken Dean Lawadinata membentuk impian dan keyakinannya untuk membesarkan Kaskus menjadi forum diskusi dan tempat jual beli online terbesar di Indonesia. Begitu yakinnya ia terhadap Kaskus, sampai ia nekad meninggalkan dua hal besar dalam hidupnya: kuliah dan kesempatan untuk duduk sebagai eksekutif di grup perusahaan milik ayahnya. Ken berani memutuskan ia akan berjuang dan membuktikan impian sukses pilihannya sendiri.

Realitasnya, apa yang ia putuskan sama sekali bukan hal gampang. Ia harus mati-matian meyakinkan Andrew untuk mau menjual sebagian saham Kaskus kepadanya dan mengajak memperjuangkan Kaskus bersama-sama. Andrew semula memang tak pernah punya rencana mengembangkan Kaskus menjadi bisnis besar. Ia cukup bahagia memilikinya sendiri. Dan, yang tersulit, bagaimana Ken dengan gigih meyakinkan Ayah dan keluarganya yang semula sama sekali tak yakin dengan masa depan bisnis online.

Pada 2008, Ken akhirnya berhasil mendapatkan sebagian saham Kaskus dan memulai langkah awal yang jauh dari mudah untuk membesarkan situs ini di negeri sendiri. Dua anak muda berbekal nekad ini kemudian sama-sama pulang ke Indonesia dan memulai segalanya dari nol! Keduanya berjuang keras untuk mengenal dengan cepat industri online Indonesia dan berusaha eksis di sini.

Inilah buku perihal perjuangan Ken Dean Lawadinata menerbangkan Kaskus sejak awal sampai 2013.

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-9141-4
Price :
Rp 68,000
Total Pages :
0 pages
Size :
0
Published :
31 March 2013
Format :
Softcover
Category :
Self-Improvement
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Alberthiene Endah

Menulis biografi , skenario, dan fiksi telah menjadi napas Alberthiene Endah. Penulis kelahiran Bandung, 16 September ini, memulai karier menulis di majalah Hidup pada tahun 1993. Kemudian tahun 1994 hingga 2004 menjadi redaktur di majalah Femina. Sejak tahun 2004 hingga tahun 2009, Penulis menjadi pemimpin redaksi majalah Prodo. Dunia jurnalistik mempertemukannya pada banyak tokoh dan ia menyadari begitu banyak inspirasi yang bisa disebarkan pada masyarakat melalui sosok yang luar biasa.

Sejumlah biografi telah ia tulis, di antaranya Ani Bambang Yudhoyono: Kepak Sayap Putri Prajurit, Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar yang sukses meraih best seller nomor 1 nasional tahun 2011-2012, Ken & Kaskus: Cerita Sukses di Usia Muda, Titiek Puspa Never Ending Diva, Seribu Satu KD.

Karyanya di luar pekerjaan jurnalistik dan biografi meliputi penulisan fiksi dan skenario. Sarjana Sastra Belanda lulusan Universitas Indonesia ini telah menghasilkan sejumlah novel best seller, Jodoh Monica, Dicintai Jo, Cewek Matre, Selebriti, Nyonya Jetset, I Love My Boss, serial remaja Rockin Girls, Cerita Sahabat dan Cerita Sahabat 2 Asmara Dini Hari.

Salah satu novelnya yang berjudul Jangan Beri Aku Narkoba mendapat penghargaan khusus dari Badan Narkotika Nasional dan meraih gelar juara pertama Adikarya Award 2005 dari IKAPI. Novel ini juga telah difi lmkan dengan judul Detik Terakhir dan mendapat award dalam Bali Film Festival 2005. Ia juga menulis naskah drama musikal kolosal Mahadaya Cinta tahun 2005 yang digelar Guruh Soekarno Putra. Tahun 2006, naskah FTV Supermodel yang dibuatnya menjadi nominasi Piala Vidya. Penulis juga aktif menghasilkan skenario ratusan episode sinetron untuk televisi Indonesia dan Malaysia. Tahun 2009, Penulis mendapatkan anugerah wanita inspiratif She Can Award. Ia menerima langsung “Selalu Ada Pilihan” Bapak SBY saat launching buku.

Saat ini Penulis aktif dengan sejumlah proyek penulisan biografi, menjalankan bisnis kecil, menjadi pembicara di seminar-seminar mengenai penulisan, menjadi dosen tamu di beberapa universitas, sesekali aktif dalam pekerjaan film, dan menyerahkan seluruh hatinya pada suami, Dio Hilaul dan delapan anjing lucunya (Loco, Bruno, Shiloh, Elmo, Karin, Mochito, Rainbow, dan Max).

Penulis dapat dihubungi via:

E-mail: alberthienebaru@yahoo.com


Twitter: @AlberthieneE