Culeonary, 30 Resep Lezat AntiRibet ala Celebrity Chef

Culeonary, 30 Resep Lezat AntiRibet ala Celebrity Chef

Author: Leo Consul

Category: Culinary

Leo Consul tak hanya seorang model dan aktor, tak hanya piawai berakting dan menyanyi. Leo bukan cuma selebriti. Penggemarnya pasti akan takjub, ternyata Leo juga pandai memasak. Leo adalah celebrity chef.

Buku ini memuat 30 resep yang dibuatnya sendiri tanpa tim uji resep. Setiap resep dimasak sendiri oleh Leo di studio Gramedia Pustaka Utama dengan peralatan dapur standar, tak lebih dari 30 menit, serba praktis, tanpa ribet, dan...semua lezaaat!

Yuk buktikan lezatnya resep ala Leo, Anda dapat memilih 30 resep kegemarannya, yaitu:

OKOY, TUNA AND BANANA HEART BALLS, VIETNAMESE SPRING ROLLS, CHEESE STICK, BREAD ROLLS, BANANA HEART BURGER, DATE BALLS, BUKO SALAD, CATHEDRAL WINDOW, HAINAN CHICKEN RICE, PICADILLO, THAI FRIED RICE, TOMATO RICE, STUFFED EGGPLANT, EGG PLANT OMELETTE, CHICKEN TOUFU, CHICKEN ADOBO, MASHED POTATO WITH SMOKED BEEF, THAI MANGO SALAD, POCHERO, SPAGHETTI MEATBALLS, M I SUA WITH SARDINES, MONGOLIAN PASTA, BEEF/CHICKEN PHO, JAP CHAE, SOPAS, MANGO STICKY RICE, MAJA BLANCA, LECHE PLAN, JAPANESE CHEESE CAKE, MOIST CHOCOLATE CAKE.

No. GM :
617205029
ISBN :
978-602-03-5698-3
Price :
Rp 125,000
Total Pages :
108 pages
Size :
17x24cm
Published :
12 June 2017
Format :
Softcover
Category :
Culinary
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Leo Consul

Lelaki tampan yang biasa dipanggil Leo ini lahir dan tumbuh besar di Desa Bolinao, Pengasinan, Filipina. Sebuah desa sederhana yang berjarak sekitar 6 jam berkendara dari Manila, ibu kota negara.

Kisah hidup Leo bagaikan cerita sinetron di televisi. Leo lahir di bawah pohon asam pada tanggal 27 Agustus 1987 saat sang ibu sedang bekerja mencuci pakaian tetangga demi mendapatkan upah. Kedua orang tua Leo bukanlah orang kaya. Tidak seperti anggapan orang yang tidak mengenal latar belakang seorang Leo dan hanya melihat penampilannya saat ini saja. Sebagian besar dalam tahun-tahun di hidupnya Leo hidup dalam kepapaan. Ayahnya bekerja serabutan, kadang menjadi buruh, kadang memulung, dan pernah pula menjadi penjaga sekolah. Sementara ibunya menjadi buruh cuci dan penjaja makanan serta sempat beberapa kali mencari nafkah sebagai asisten rumah tangga di dalam dan luar negeri. Sebagai anak kelima dari 6 bersaudara di tengah keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi membuat Leo lebih sering menahan lapar dan bersekolah dengan baju seragam lungsuran dan sandal jepit lusuh sebagai alas kakinya. Namun nasihat ayahnya selalu terngiang di telinga. Bahwa sandal lusuh itu bukanlah identitas dirinya. Maka Leo pun membuktikan dirinya mampu menjadi murid berprestasi dan berani menggantungkan cita-citanya pada bintang gemintang di langit.

Sejak duduk di sekolah dasar, Leo merajut mimpinya untuk bisa melihat Menara Eiffel di Paris. Demikian pula impiannya menjadi seorang entertainer diam-diam tetap terpatri di benaknya. Jalan teramat panjang, berliku, dan terjal harus dilalui Leo demi mewujudkan semua yang mungkin bagi orang lain dianggap sebatas angan. Tapi doa yang dirapalkan setiap malam dan semangat yang selalu dikobarkan oleh sang ayah, mengantarkan Leo pada orang-orang baik yang dijumpainya dalam pengembaraannya di dunia yang tidak sesempit kampung halamannya.

Hidup penuh perjuangan keras telah menempa Leo menjadi seorang lelaki yang tidak mudah menyerah dan setangguh singa. Seperti harapan sang ayah kandung saat menitipkan nama tersebut pada ibunya. Seorang ayah kandung yang tidak pernah Leo kenal dan baru diketahui keberadaannya saat telah terbaring di rumah duka kala ia berusia 13 tahun. Seorang ayah kandung yang tidak mewarisi apa-apa pada Leo selain perawakan yang gagah dan wajah yang tampan. Tekad Leo untuk dapat membalas cinta tanpa syarat yang tulus diberikan oleh sang ayah yang membesarkannya sejak lahir dan membanggakan hati sang ibu yang tak pernah menunjukkan rasa sayang pada dirinya membuat Leo setelah menuntaskan pendidikannya di Universitas Filipina Baguio pada tahun 2009, 2 tahun kemudian berani meninggalkan Filipina untuk mencari peruntungan di Jakarta, sebuah kota di negara yang tak pernah dikenalnya sama sekali sebelumnya. Meski ternyata ibu kota negara Indonesia itu tak lebih ramah dibanding Manila, Leo takkan menyerah untuk terus berjuang menaklukkannya.

Maka di sinilah kini Leo Consul berada. Menjejakkan kedua kakinya dengan tegar di panggung hiburan Indonesia. Eat Bulaga! Indonesia, Dahsyat, Sinetron Cinta Yang Tertukar adalah beberapa program televisi yang pernah dibintanginya. Selain menjadi host di berbagai acara televisi, bintang sinetron, dengan multi talenta yang dianugerahkan Tuhan, Leo pun pernah menjadi seorang dubber, penyanyi yang telah mengeluarkan single-nya sendiri, dan chef yang bukan sekedar keren tapi benar-benar mumpuni di dapur. Kepiawaiannya dalam mengolah bahan masakan menjadi hidangan yang bukan hanya cantik namun juga lezat sudah terbukti. Beberapa resep dan foto hasil masaknya dipersembahkannya dalam buku ini. Leo mampu membuktikan bahwa memasak dan membuat kue itu menyenangkan dan sangat mudah.

Perjuangan Leo belumlah berakhir. Masih banyak yang ingin ia lakukan dalam hidupnya setelah berhasil membahagiakan kedua orang tua dan keempat kakaknya. Lelaki yang tidak hobi party dan bukan peminum alkohol ini selalu ingat pesan ayahnya untuk mengucap syukur sebelum meminta apapun pada Tuhan. Sebuah hal yang juga harus selalu diingat adalah agar segera bangkit setiap kali terjatuh.

This too shall pass. Maka jangan pernah menyerah.