Ani Yudhoyono: 10th Perjalanan Hati
Author: Alberthiene Endah
Category: Biography
Sepuluh tahun berperan sebagai Ibu Negara bukanlah semata sejarah bagi seorang Ani SBY. Itu adalah masa yang penuh dengan gejolak emosi dan ragam perasaan yang riuh. Di posisi yang dianggap khalayak sebagai tempat tertinggi, posisi Ibu Negara di era reformasi membutuhkan kekuatan ekstra karena sorotan, kritikan, juga tudingan yang datang bertubi di antara tugas-tugas yang dijalani. Bukan hanyak mendampingi Presiden dan menjalanjan berbagai program bersama para istri Menteri, Ibu Negara mau tak mau juga harus menghadapi cipratan konflik politik. Pada akhirnya peran Ibu Negara dalah sebuah pengabdian yang menuntut kedewasaan dan keikhlasan yang luas.
Buku ini tak hanya mengungkapkan gejolak emosi Ani SBY sepanjang menjalani tugas sebagai Ibu Negara, tapi juga memperlihatkan hari-hari penuh warna sebagai istri Presiden RI. Apa saja yang dijalani Ibu Negara dan seperti apa kekhasan hidup di dalam istana? Inilah pertama kalinya seorang Ibu Negara RI menyibak tirai tentang peran yang hanya diemban seorang wanita saja di dalam suatu masa.
\"Menjadi Ibu Negara adalah tuntutan untuk memiliki hati yang kuat, jiwa yang tak mudah remuk, dan komitmen untuk mau terus melangkah dengan pikiran positif.\"
\"Menjadi Ibu Negara adalah kemampuan yang tidak mudah untuk menjadi figur yang bisa tampil mewakili Indonesia di kancah dunia. Ketika masyarakat luar mentap saya, mereka sedang menatap Indonesia. Sungguh tidak mudah menyandang gelar first lady, di mana tuntutan kesempurnaan diarahkan.\"