Pusaka Nenek Moyang, Yang Pantas Disayang - Kuliner Minangkabau

Pusaka Nenek Moyang, Yang Pantas Disayang - Kuliner Minangkabau

Author: Chairunisa Chayatinufus

Category: Culinary

Minangkabau sarat akan ritual adat lengkap dengan kuliner khasnya yang mampu menambah kekayaan budaya bangsa Indonesia. Kepiawaian dan kecerdasan urang Minang pada masa lampau telah mewarnai kehidupan masyarakat Minang di masa setelahnya. Meskipun demikian masyarakatnya tetap menjalankan berbagai macam tradisi daur hidup dilengkapi dengan hidangan khasnya sejak tempo dulu hingga sekarang.

Keberagaman kuliner Minang dalam setiap tradisi yang dilakukan baik dalam upacara berkaitan dengan kehidupan maupun keagamaan telah ikut mewarnai hidangan seperti yang ditunjukkan dalam deretan hidangan nikmat mulai dari makanan yang menyandang gelar mahkota hidangan yaitu Rendang, Sate Padang, Singgang Ayam, Lalampa, Ayam Pop, Asam Padeh Ikan, Nasi Kapau, Gulai Kancah, Soto Padang, Gulai putih, Gulai Sotong, aneka Kalio, Dendeng Baracik, Gerinting Udang, Ikan Goreng danau Maninjau, lalu disusul dengan hidangan kudapan lezat seperti Ampiang Dadiah, Kue Bika, Bubur Kampiun, Cendak Angker, Godok, Kue Sangko, Kue Sapik, Kue Tunjuk, Keripik Balado, Lapek Bugih, Lapek Koci, Rakik Maco, serta Es Tebak. Beragam minuman penghangat dan penyegar badan yaitu Aia Kawa, Aia Aka, Teh Talua, dan Kopi Telur yang tidak dapat ditemui di daerah lain selain di Minangkabau.

Buku Kuliner Minangkabau: Pusaka Moyang yang Pantas Disayang ini memuat 220 resep hidangan lezat yang pantas untuk dicoba di warung atau restoran yang tersebar di beberapa daerah yang ada di Indonesia maupun mancanegara.

No. GM :
619205030
ISBN :
978-602-06-3238-4
Price :
Rp 175,000
Total Pages :
268 pages
Size :
17x24cm
Published :
12 August 2019
Format :
Softcover
Category :
Culinary
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Chairunisa Chayatinufus

Lahir pada 11 November 1992 di Yogyakarta. Ia memulai jenjang pendidikannya di SD Negeri Wojo II, kemudian MTsN Gondowulung atau setingkat dengan SMP. Setelah itu ia melanjutkan ke SMA Negeri 10 dan terakhir ia menempuh pendidikan Strata Satu di Universitas Gadjah Mada, Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian. Ia berhasil menempuh pendidikan Strata Satunya selama 3 tahun 8 bulan tepatnya pada bulan Mei 2014.

Sejak menempuh bangku Sekolah Dasar, ia sangat senang menulis baik itu cerpen, novel maupun beberapa artikel yang pernah dimuat di mading sekolah terutama pada saat SMP. Saat SMP, ia mengikuti kegiatan tambahan di sekolah berupa kegiatan mading. Meskipun senang menulis, tetapi ia tidak memproduksi tulisan secara rutin dan mempublikasikannya karena kesibukannya dalam bidang akademik. Selain mading, ia juga aktif dalam kegiatan PMR (PalangMerahRemaja) di SMP. Selain itu pada saat SMA, ia mengikuti sebuah organisasi keagamaan yakni Kerohanian Islam dan menjabat sebagai sekretaris yang tak jauh dalam dunia tulis menulis. Ia juga tertarik dalam bidang pengajaran. Bercita-cita menjadi guru sewaktu SD membuatnya gemar menyalurkan ilmunya kepada orang lain. Terbukti ia pernah mengajar di Lembaga Bimbingan Belajar dan juga privat untuk mata pelajaran Matematika dan Kimia hingga saat biografi ini ditulis.