Revenge of the Tipping Point : Narasi Besar, Penular Massal, dan Kebangkitan Rekayasa Sosial
Author: Malcolm Gladwell
Category: Self-Improvement
“Dua puluh lima tahun setelah penerbitan buku pertamanya yang inovatif, Malcolm Gladwell kembali dengan ‘rasa ingin tahu dan humor’ lewat bukunya yang menjadi buku terlaris New York Times, Revenge of the Tipping Point, yang membingkai ulang pelajaran dari The Tipping Point dengan kejelasan yang mengejutkan sekaligus mencerahkan.” —Shannon Carlin
Karya terbaru Malcolm Gladwell, Revenge of the Tipping Point, membahas topik yang berkaitan dengan bukunya yang terdahulu, The Tipping Point. Inilah untuk pertama kalinya dalam 25 tahun Gladwell kembali membahas subjek epidemi sosial dan tipping point (saat ajaib ketika suatu ide, perilaku, pesan, dan produk menyebar seperti wabah penyakit menular), tetapi kali ini dengan tujuan menjelaskan sisi gelap dari fenomena menular.
“Revenge” di sini adalah ironi. Ironi dari tipping point terdahulu. Di buku terdahulu, tipping point melulu bersifat konstruktif atau menuju ke arah positif. Ternyata, setelah dia pelajari lagi, tipping point juga bisa destruktif dan bisa direkayasa. Melalui serangkaian cerita yang memukau, Gladwell menelusuri munculnya bentuk rekayasa sosial yang baru dan meresahkan. Dia mengajak kita ke jalanan Los Angeles untuk bertemu dengan perampok bank paling sukses di dunia, menemukan kembali acara televisi yang terlupakan dari tahun 1970-an yang mengubah dunia, mengunjungi lokasi eksperimen bersejarah di jalan buntu kecil di California utara, dan menawarkan sejarah alternatif dari dua epidemi terbesar di zaman kita: COVID dan krisis opioid.
Revenge of the Tipping Point menjelaskan tentang serangkaian teori, narasi besar, dan argumen baru tentang bagaimana gagasan dan perilaku berkembang dengan cara yang tidak biasa. Dengan perpaduan khas antara penceritaan dan ilmu sosial, Gladwell menawarkan panduan untuk memahami penularan di dunia modern. Sudah saatnya kita tidak menganggap remeh tipping point ini.