Loading...
Myra Sidharta
Dilahirkan di Tanjung Pandan Belitung pada tahun 1927. Dari pernikahannya dengan Prof. Dr. Priguna Sidharta, ia telah dikaruniakan 3 putra-putri dan 5 cucu.
Pada tahun 1958 Myra Sidharta yang menguasai 5 bahasa asing ini, lulus dari Fakultas Psikologi di Rijksuniversiteit Leiden (Nederland) dan bekerja serta mengajar di bidang yang sama di Universitas Indonesia di Jakarta dan di University of Malaya di Kuala Lumpur. Pada tahun 1978 ia memutuskan untuk mengadakan penelitian di bidang kebudayaan Etnik Tionghoa dan dari hasil penelitian ini, ia telah menulis puluhan esei mengenai bidang ini, termasuk mengenai masakannya, Tulisan-tulisannya biasanya dibacakan sebagai makalah di seminar di luar negeri seperti di Belanda, Prancis, Hongkong, Amerika Serikat, Jepang, Singapura dan Malaysia, RRT dan Taiwan. Setelah itu hasil seminar diterbitkan sebagai buku di negara yang sama.
Beberapa tulisan yang bukan hasil seminar juga dapat ditemukan di Indonesia (majalah Prisma), Perancis, (majalah Archipel) dan Jepang (M. Morikawa (ed) Azia yuugaku special issue: \\\\\\\"Sekai no chuuka ryouri\\\\\\\" (Kuisin Tionghoa di seputar dunia).
Tulisan non-ilmiah juga banyak diterbitkan di majalah Intisari, Femina, Mutiara, Latitude, dan Tempo versi Inggris, serta surat kabar Kompas dan The Jakarta Post.
Pada tahun 1958 Myra Sidharta yang menguasai 5 bahasa asing ini, lulus dari Fakultas Psikologi di Rijksuniversiteit Leiden (Nederland) dan bekerja serta mengajar di bidang yang sama di Universitas Indonesia di Jakarta dan di University of Malaya di Kuala Lumpur. Pada tahun 1978 ia memutuskan untuk mengadakan penelitian di bidang kebudayaan Etnik Tionghoa dan dari hasil penelitian ini, ia telah menulis puluhan esei mengenai bidang ini, termasuk mengenai masakannya, Tulisan-tulisannya biasanya dibacakan sebagai makalah di seminar di luar negeri seperti di Belanda, Prancis, Hongkong, Amerika Serikat, Jepang, Singapura dan Malaysia, RRT dan Taiwan. Setelah itu hasil seminar diterbitkan sebagai buku di negara yang sama.
Beberapa tulisan yang bukan hasil seminar juga dapat ditemukan di Indonesia (majalah Prisma), Perancis, (majalah Archipel) dan Jepang (M. Morikawa (ed) Azia yuugaku special issue: \\\\\\\"Sekai no chuuka ryouri\\\\\\\" (Kuisin Tionghoa di seputar dunia).
Tulisan non-ilmiah juga banyak diterbitkan di majalah Intisari, Femina, Mutiara, Latitude, dan Tempo versi Inggris, serta surat kabar Kompas dan The Jakarta Post.