Setya Krisna Sumargono
Setya Krisna Sumargono
Pendidikan formal terakhir diselesaikan di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta tahun 1996. Mengawali karir jurnalistik sejak pertengahan tahun 1997 di Harian Pagi Bernas Yogyakarta. Intens meliput persidangan kasus pembunuhan wartawan Fuad Muhammad Syafrudin alias Udin. Menyusun buku reportase sidang kasus Udin yang diterbitkan PT Bernas (1998). Sepanjang tahun 1998 bertugas meliput aksi massa dan kerusuhan politik di Kota Solo terkait pendongkelan rezim Soeharto. Tahun 1999, bertepatan peristiwa tragedi Semanggi dan kerusuhan komunal di kawasan Jalan Hayam Wuruk Jakarta Barat, penulis ditugaskan di Biro Jakarta. Awal tahun 2000 kembali ke Yogyakarta untuk kemudian sejak bulan Juni bekerja di Harian Pagi Metro Bandung yang diterbitkan PT Indo Persda Primamedia Kelompok Kompas Gramedia. Surat kabar ini pada tahun 2005 melakukan resegmentasi dan memperluas jangkauan geografi dengan mengubah nama jadi Harian Pagi Tribun Jabar, tetap di bawah bendera PT Indo Persda Primamedia Kompas Gramedia. Akhir tahun 2008 bertugas di Manado, Sulawesi Utara terkait persiapan penerbitan Harian Pagi Tribun Manado Kompas Gramedia. Awal tahun 2009 dipindahtugaskan ke Bandar Lampung terkait persiapan penerbitan Harian Pagi Tribun Lampung Kompas Gramedia. Hingga saat ini masih bekerja di Harian Pagi Tribun Lampung sebagai Redaktur Pelaksana. Buku lain yang sudah diterbitkan adalah Mereka Membunuhku Pelan-Pelan: Pengakuan Seorang Praja, Bentang Pustaka, Yogyakarta, 2008.

Books