The Untold Stories

The Untold Stories

Author: Setya Krisna Sumargono

Category: Politics

Sang DPO teroris nomor wahid---Noordin M Top---telah berhasil dilumpuhkan pihak kepolisian. Tetapi, kematiannya menimbulkan seribu satu tanda tanya di kalangan masyarakat umum.

Semudah itukah seorang Noordin M Top ditemukan?
Benarkah salah satu jasad tak bernyawa di rumah di Kepuh Sari, Mojosongo, itu adalah jasad Noordin M Top?

Mengapa wajahnya tidak sama dengan wajah Noordin M Top di foto yang disebarkan pihak kepolisian?

Benarkah sidik jari jasad itu sama dengan sidik jari Noordin M Top?
Benarkah DNA jasad tersebut identik dengan DNA anak Noordin M Top?
Apa mungkin semua pembuktian itu sekadar siasat untuk membenarkan kepalsuan jasad?


Di tahun 2003-2005, ketika muncul nama Noordin M Top dan Dr Azahari sebagai pemeran utama aksi bom JW Marriott I (2003), bom Kedutaan Australia (2004), dan bom Bali (2005), sebagian masyarakat ada yang meyakini bahwa kedua nama itu hanyalah \"hantu\" yang sosoknya tiada. Kedua nama itu dianggap sengaja dibesarkan pihak aparat agar mereka bisa terus merekayasa aksi bom untuk mendapat dana.

Baik Dr Azahari maupun Noordin M Top kini telah tewas. Bisa saja orang tidak percaya dengan hasil tes sidik jari dan DNA, tetapi jasad mereka telah diakui pihak keluarga. Tiga orang istri Noordin---Siti Rahma, Munfiatun, dan Arina---telah mengidentifikasi jenazah suami mereka. Begitu juga seorang abang Noordin, Yahya, yang datang ke Jakarta untuk mengenali jasad sang adik. Dan para sanak saudara serta kenalan yang mengantarkan jenazahnya ke liang lahat di kampung halamannya di Pontian, Johor Baru, Malaysia.

Noordin M Top: The Untold Stories---selain memaparkan fakta-fakta yang pernah diberitakan di berbagai media massa---juga membeberkan info tentang Noordin M Top dan anggota jaringannya yang selama ini hanya bisa diakses pihak tertentu.

Termasuk tentang latar belakang keluarga mereka, profil psikologis mereka, dan detail-detail intim kehidupan pribadi mereka. Yang paling kontroversial dari semuanya adalah hasil autopsi Noordin M Top yang dikupas habis oleh berbagai pihak dan pakar dalam bab berjudul \"Jejak Sodomit dan Psikopat\".

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-5327-6
Price :
Rp 48,000
Total Pages :
0 pages
Size :
13.5 x 20
Published :
21 January 2010
Format :
Softcover
Category :
Politics
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Setya Krisna Sumargono

Pendidikan formal terakhir diselesaikan di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta tahun 1996. Mengawali karir jurnalistik sejak pertengahan tahun 1997 di Harian Pagi Bernas Yogyakarta. Intens meliput persidangan kasus pembunuhan wartawan Fuad Muhammad Syafrudin alias Udin. Menyusun buku reportase sidang kasus Udin yang diterbitkan PT Bernas (1998). Sepanjang tahun 1998 bertugas meliput aksi massa dan kerusuhan politik di Kota Solo terkait pendongkelan rezim Soeharto. Tahun 1999, bertepatan peristiwa tragedi Semanggi dan kerusuhan komunal di kawasan Jalan Hayam Wuruk Jakarta Barat, penulis ditugaskan di Biro Jakarta. Awal tahun 2000 kembali ke Yogyakarta untuk kemudian sejak bulan Juni bekerja di Harian Pagi Metro Bandung yang diterbitkan PT Indo Persda Primamedia Kelompok Kompas Gramedia. Surat kabar ini pada tahun 2005 melakukan resegmentasi dan memperluas jangkauan geografi dengan mengubah nama jadi Harian Pagi Tribun Jabar, tetap di bawah bendera PT Indo Persda Primamedia Kompas Gramedia. Akhir tahun 2008 bertugas di Manado, Sulawesi Utara terkait persiapan penerbitan Harian Pagi Tribun Manado Kompas Gramedia. Awal tahun 2009 dipindahtugaskan ke Bandar Lampung terkait persiapan penerbitan Harian Pagi Tribun Lampung Kompas Gramedia. Hingga saat ini masih bekerja di Harian Pagi Tribun Lampung sebagai Redaktur Pelaksana. Buku lain yang sudah diterbitkan adalah Mereka Membunuhku Pelan-Pelan: Pengakuan Seorang Praja, Bentang Pustaka, Yogyakarta, 2008.

Books by Setya Krisna Sumargono