Teori Pembangunan Dunia Ketiga

Teori Pembangunan Dunia Ketiga

Author: Arief Budiman

Category: Culture

Di tangan Arief Budiman hal yang kompleks berbelit-belit selalu dapat dipetakan secara sederhana dan gamblang. Kenyataan ini amat membantu pembaca untuk memahami belantara perkara yang sedang dibahas, tanpa dibuat binggung oleh semak dan pohon rincian perkara tersebut. Anda akan menemukan hal yang sama dalam Teori Pembangunan Dunia Ketiga ini. Tanpa kehilangan rincian pokoknya, disajikan peta besar persoalan di sekitar pembangunan, berikut seperangkat teori yang berusaha menjelaskan dan menampilkan jalan pemecahan masalah di sekitar perkara tersebut. Munculnya teori-teori sendiri ditampilkan sebagai proses dialogis, kalau bukannya dialektis. Setiap teori memiliki kekuatan dan kelemahannya sendiri, yang menjadi dasar bagi teori berikut untuk mengkritik dan mendasari dirinya dengan dengan lendasan yang lebih kokoh dan inklusif, yang paradigma dan asumsi-asumsi yang barangkali lain sama sekali. Dengan demikian pembaca tidak hanya memiliki peta, tetapi dapat melanjutkan proses dialog atau dialektika.

No. GM :
0
ISBN :
979-605-142-7
Price :
Rp 22,000
Total Pages :
0 pages
Size :
14 x 21
Published :
01 January 1995
Format :
Softcover
Category :
Culture
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Arief Budiman

Lahir di Jakarta tahun 1941. Sekarang menjadi dosen Program Pascasarjana Jurusan Studi Pembangunan di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Sejak duduk di bangku sekolah menengah, ia telah mulai menulis. Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai media massa, antara lain di majalah Sastra, Budaya Jaya, Horison, Tempo, Editor, dan harian Sinar Harapan, Kompas, Indonesia Raya, dan sebagainya. Selain penulis, ia juga dikenal sebagai aktivis. Ia termasuk salah seorang konseptor dan penanda tangan Manifes Kebudayaan pada tahun 1963. Ia ikut aktif berdemostrasi pada tahun 1965/1966. Pada tahun 1970, ia terlibat lagi dalam aksi-aksi demostrasi menentang korupsi. Pada tahun 1971, bersama-sama rekannya ia melancarkan aksi memboikot Pemilu yang kemudian dikenal sebagai gerakan Golongan Putih (Golput). Aksi menentang Taman Miniatur Indonesia membawanya ke dalam tahanan Kopkamtib selama satu bulan. Ia pernah manjadi wakil ketua dan anggota Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) periode 1968-1971, dan anggota Badan Sensor Film (BSF). Pendidikan yang ditempuhnya setelah tamat SMA adalah: Fakultas Psikologi, Universita Indonesia, lulus tahun 1968; kemudian Harvard University, Amerika Serikat, berhasil meraih gelar Ph.D. dalam bidang sosiologi pada tahun 1980.