Dendam Konflik Poso

Dendam Konflik Poso

Author: Hasrullah

Category: Culture

Konflik Poso merupakan musibah demokrasi berlatar belakang konflik struktural yang menyeret anak-anak bangsa berbeda agama dieksploitasi untuk kepentingan segelintir elite politik yang haus kekuasaan. Mereka menjual isu-isu demokrasi dan sentimen agama, sehingga masyarakat Poso yang dulu hidup rukun, damai, dan berdampingan \"terpaksa\" menjadi saling bermusuhan, bahkan dengan sanak suadara sendiri. Mereka saling bunuh dan bantai tanpa sadar bahwa mereka dikendalikan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab secara moral itu.

Penelitian yang dilakukan Hasrullah memperlihatkan sesuatu yang selama ini ditutup-tutupi oleh banyak pihak yang mengatakan bahwa dari dulu pertikaian itu telah terjadi di kalangan masyarakat Poso. Temuan Hasrullah menunjukkan bahwa sesungguhnya:
1. konflik terjadi karena adanya perebutan kekuasaan antarelite lokal karena faktor situasional dan makin maraknya demokrasi
2. respons kedua kelompok dominan yang bertikai tidak terlepas dari pesan-pesan komunikasi politik yang bermakna: demokratisasi, ketidakadilan, manipulasi informasi, penegakan hukum sampai masalah tender proyek
3. terjadi poitisasi agama dan kontestasi antara pendatang dan pribumi dalam hal pembagian kekuasaan.

No. GM :
0
ISBN :
978-979-22-4472-4
Price :
Rp 40,000
Total Pages :
0 pages
Size :
15 x 23
Published :
24 March 2009
Format :
Softcover
Category :
Culture
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Hasrullah

Hasrullah lahir di pelosok Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, 7 Maret 1962. Tak heran jika dia sangat tertarik untuk meneliti kasus konflik Poso.

Hasrullah sempat putus sekolah sewaktu di bangku SD dan menjadi penjual air minum dengan mendorong gerobak di Muara Baru, Jakarta Utara. Kerasnya lingkungan dan sulitnya kehidupan, membuat Hasrullah sadar bahwa pendidikan akan memberikan pencerahan hidup sebagai anak manusia. Dalam kesulitan ekonomi yang luar biasa, keluarga membawa Hasrullah pindah ke Surabaya dan dia bisa melanjutkan sekolahnya di Kota Pahlawan itu. Perjalanannya terus berlanjut dengan banyak lika-liku sampai akhirnya dia menuntaskan program doktoralnya di Universitas Indonesia.